Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beras 6 Ton Ludes Dua Jam, Warga Bontang Serbu Gerakan Pangan Murah di Tanjung Laut

Adhiel kundhara • Rabu, 11 Maret 2026 | 20:30 WIB

PANTAU: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meninjau gerakan pangan murah (GPM) yang dilaksanakan di Lapangan Tanjung Laut.
PANTAU: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meninjau gerakan pangan murah (GPM) yang dilaksanakan di Lapangan Tanjung Laut.
 

BONTANG - Antusiasme warga terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang di Lapangan Tanjung Laut sangat tinggi. Bahkan, stok beras yang disiapkan panitia mencapai 6 ton dilaporkan ludes hanya dalam waktu sekitar dua jam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita itu langsung dipadati warga sejak awal pembukaan. Dalam waktu singkat, berbagai komoditas pangan yang dijual dengan harga lebih murah dari pasar habis diserbu masyarakat.

Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem mengatakan tingginya minat masyarakat menjadi penyebab utama cepat habisnya stok pangan yang disediakan. “Memang antusias masyarakat sangat tinggi, apalagi ini GPM sebelum Idulfitri,” kata Aznem, Rabu (8/3/2026)

Menurutnya, jumlah tersebut sebenarnya sudah lebih banyak dibandingkan pelaksanaan GPM sebelumnya yang biasanya hanya menyediakan sekitar 4 hingga 5 ton beras.

Namun karena jumlah warga yang datang cukup banyak, stok tersebut tetap tidak mampu memenuhi seluruh permintaan. “Biasanya kita siapkan 4 ton atau 5 ton. Kali ini kami siapkan 6 ton, tapi tetap cepat habis karena yang datang memang sangat banyak,” ucapnya.

Aznem menilai tingginya antusiasme warga juga dipengaruhi kebijakan terbaru yang memperbolehkan masyarakat membeli lebih banyak beras dibandingkan sebelumnya. Jika pada kegiatan sebelumnya pembelian dibatasi hanya dua karung per orang, kali ini warga diperbolehkan membeli hingga lima karung beras SPHP.

“Kemungkinan itu juga salah satu faktor. Sekarang masyarakat bisa membeli sampai lima karung, jadi banyak yang memanfaatkan kesempatan tersebut,” tutur dia.

Selain itu, kegiatan GPM kali ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri. “Karena setelah ini belum tentu ada lagi GPM dalam waktu dekat, jadi masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk stok kebutuhan rumah tangga,” terangnya.

Selain beras, sejumlah komoditas lain juga habis dalam waktu singkat. Di antaranya gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu yang menjadi bahan utama kebutuhan dapur.

Bahkan produk pangan segar seperti cabai dan sayur-sayuran yang dijual dalam jumlah terbatas juga langsung diserbu warga. “Cabai dan sayur-sayuran juga cepat habis karena stoknya memang terbatas,” sebutnya.

Sementara itu, untuk komoditas telur ayam, panitia menerapkan pembatasan pembelian agar lebih banyak warga bisa mendapatkan manfaat dari program tersebut.

Telur dijual dengan harga Rp60 ribu per piring, lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp65 ribu. “Telur kami batasi satu piring per orang supaya lebih merata,” pungkas Aznem.

Editor : Muhammad Ridhuan
#gerakan pangan murah #Kota Bontang #Beras sphp