Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Neni Soroti Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Bontang yang Masih Buruk

Adhiel kundhara • Selasa, 17 Maret 2026 | 18:31 WIB

DIKELUHKAN: Sarana tempat sampah yang tidak memakai klasifikasi berdasarkan jenisnya menjadi catatan pantauan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat berkunjung di Pasar Taman Citra Mas Loktuan.
DIKELUHKAN: Sarana tempat sampah yang tidak memakai klasifikasi berdasarkan jenisnya menjadi catatan pantauan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat berkunjung di Pasar Taman Citra Mas Loktuan.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Buruknya pengelolaan sampah di pasar tradisional, khususnya dalam hal pemilahan sampah menjadi catatan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dalam tinjauan lapangan, Rabu (17/3/2026).

Dalam monitoring yang dilakukan, ia menemukan masih banyak pedagang yang mencampur sampah organik dan non-organik, meskipun tempat sampah induk sudah disediakan dalam kondisi terpilah. “Kalau hanya rapi saat ada wali kota, itu tidak boleh. Harus jadi kebiasaan,” kata Neni.

Ia menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, termasuk dalam pengelolaan sampah pasar. Hal ini juga menjadi salah satu indikator penilaian dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam rangka terkait predikat kota menyangkut aspek kebersihan.

Menurutnya, kekurangan utama saat ini terletak pada kurangnya kesadaran dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Ia meminta pengelola pasar segera melakukan evaluasi dan pembinaan kepada para pedagang.

Neni berharap, dengan perbaikan sistem pengelolaan sampah, pasar tradisional di Bontang bisa menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Tadi saya lihat di bagian belakang Pasar Taman Citra Mas Loktuan hanya ada satu jenis tempat sampah. Padahal harusnya ada klasifikasi berdasarkan jenis sampah,” ucapnya.

Ia menyebut harus ada pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Tujuannya agar pengunjung maupun pedagang tidak membuang sembarangan. “Ini malah jadi satu. Saya minta kepala DKUMPP untuk menyiapkan fasilitas tersebut,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pengelolaan sampah #pasar tradisional #Neni Moerniaeni #wali kota bontang #buruk