Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dapur MBG Ke-19 Diresmikan, Ini Cakupan Sasaran Penerima Manfaatnya

Adhiel kundhara • Senin, 30 Maret 2026 | 16:52 WIB

TINJAU: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni Bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam mendatangi peresmian dapur MBG ke-19 di Kawasan Bontang Lestari. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
TINJAU: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni Bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam mendatangi peresmian dapur MBG ke-19 di Kawasan Bontang Lestari. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Peresmian fasilitas pemenuhan gizi kembali dilakukan Pemkot Bontang. Kali ini, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-19 yang berlokasi di kawasan Bontang Lestari, Senin (30/3/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemkot dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Kehadiran SPPG diharapkan mampu memperkuat intervensi gizi di daerah, sekaligus mendukung program nasional penanganan stunting.

Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hingga operasional SPPG. Ia secara khusus menyoroti peran Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang bersama para pemangku kepentingan lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi masa depan,” kata Neni.

Menurutnya, pelayanan gizi tidak hanya sebatas menyediakan makanan bagi masyarakat. Lebih dari itu, aspek kualitas, kebersihan, keseimbangan nutrisi, hingga mutu makanan harus menjadi perhatian utama dalam setiap proses penyajian.

“Tidak hanya sekadar memasak. Kualitas, keseimbangan gizi, kebersihan, dan mutu harus tetap dijaga,” ucapnya.

Program ini menyasar kelompok rentan, seperti anak-anak yang mengalami stunting serta ibu hamil. Neni menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis yang harus dijalankan secara maksimal untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, kehadiran SPPG juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Wali kota mendorong agar pelaku UMKM di sekitar Bontang Lestari dilibatkan dalam rantai pasok kebutuhan dapur gizi, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Surya Dwi melaporkan bahwa secara keseluruhan direncanakan akan dibangun 31 unit SPPG di Kota Bontang. SPPG ke-19 ini sendiri beroperasi melalui kerja sama dengan Yayasan Mitra Boga Raya. “Target BGN di Kota Bontang sebanyak 31 SPPG,” tutur dia.

Di sisi lain, Koordinator SPPG Wilayah Bontang Selatan, Aldila Huud, mengungkapkan bahwa dapur MBG ke-19 ini akan melayani sebanyak 565 penerima manfaat pada tahap awal operasional. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring pengembangan program.

“Untuk tahap awal, distribusi menyasar beberapa sekolah, di antaranya TK Negeri 2, SD 004 Bontang Selatan, dan SMKN 4,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #Resmikan SPPG ke 19 #Program MBG Bontang