Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Revitalisasi Waduk Kanaan: Pendirian Tiang Pilar Jadi Pengerjaan Awal

Adhiel kundhara • Selasa, 31 Maret 2026 | 12:52 WIB

Langkah revitalisasi Waduk Kanaan menjadi salah satu upaya Pemkot Bontang menyelesaikan persoalan banjir.
Langkah revitalisasi Waduk Kanaan menjadi salah satu upaya Pemkot Bontang menyelesaikan persoalan banjir.

 BONTANG - Penanganan banjir di Kota Bontang menjadi perhatian serius Pemkot. Upaya revitalisasi Waduk Kanaan sebagai salah satu proyek strategis pengendalian banjir sekaligus penyediaan sumber air baku bakal dimulai tahun ini. Proyek ini dirancang dalam skema multi years dengan nilai anggaran yang cukup besar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan proyek Waduk Kanaan sudah masuk tahap finalisasi dokumen, termasuk dokumen lingkungan yang menjadi syarat utama sebelum lelang dilakukan.

“Dokumen lingkungan sudah selesai. Kemarin hanya ada perbaikan kecil saja. Secara keseluruhan tahapan Amdal sudah dilalui,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.

Ia menjelaskan, proyek Waduk Kanaan menjadi salah satu yang terbesar dibandingkan paket pekerjaan lainnya, termasuk folder pengendali banjir di kawasan Tanjung Laut. Nilai investasi pada tahun pertama saja diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 miliar.

Namun, pada tahap awal, pekerjaan yang dilakukan belum menyentuh konstruksi utama secara penuh. Fokus kegiatan di tahun pertama lebih kepada pekerjaan dasar seperti pemancangan tiang pilar dan pembangunan struktur awal.

“Karena ini proyek multiyears tiga tahun, maka tahun pertama itu memang fokus ke pekerjaan awal. Jadi beban pekerjaan belum terlalu berat,” ucapnya.

Setelah seluruh dokumen rampung, tahapan berikutnya adalah proses lelang atau tender yang akan segera diumumkan. Pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pejabat terkait untuk memastikan jadwal peluncuran tender tidak mengalami kendala administratif.

Menurutnya, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kesinambungan anggaran hingga tahun-tahun berikutnya. Pasalnya, proyek multiyears memerlukan komitmen pembiayaan jangka panjang dari pemerintah daerah. “Kita berharap kondisi keuangan daerah tetap stabil sampai 2027, supaya proyek ini bisa berjalan tanpa hambatan,” tutur dia.

Waduk Kanaan sendiri dirancang tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang terhadap kebutuhan air baku masyarakat. Dengan kapasitas yang besar, waduk ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air di Bontang.

Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun pengembangan kawasan.

Nantinya pembiayaan ini dikucur dalam tiga tahun. Mulai 2026 hingga 2028. Pada 2026 anggaran pembangunan yang disiapkan mencapai Rp 48,8 miliar. Setahun berikutnya yakni Rp 129 miliar. Terakhir di 2028 sejumlah Rp 88 miliar.

Selain pembangunan, Pemkot juga mengalokasikan biaya pengawasan teknis. Rinciannya untuk 2026 sejumlah 960 juta, Rp 2,5 miliar di 2027, dan Rp 1,7 miliar di 2028. Jika di total biaya tersebut mencapai Rp 5 miliar.

Adapun biaya pengelolaan pengembangan senilai Rp 1 miliar lebih. Rinciannya Rp 195 juta di 2026, Rp 532 juta di 2027, dan Rp 369 juta di tahun terakhir. Tambahan volume tampung diperkirakan mencapai 213.004 meter kubik. “Tampungan saat ini hanya 200.010 meter kubik. Jika ada normalisasi maka total bisa mencapai 413.014 meter kubik,” terangnya.

Berdasarkan desain yang telah dibuat, ada beberapa fasilitas yang dibangun di Waduk Kanaan. Mulai dari pos jaga, kantor pengelola, masjid, area food court, spot taman, dermaga tipe 1 dan 2, tempat sampah, area photobooth, hingga taman untuk acara pernikahan. “Terdapat empat fasilitas toilet umum dan 10 kantong parkir rencananya di lokasi itu,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#revitalisasi #pemkot bontang #pengendalian banjir #Waduk Kanaan #Dinas PUPRK Bontang