BONTANG - Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan operasional Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) tetap berjalan meski pembangunan gedung baru dilakukan tahun ini. Kepala Diskes Bontang, Bachtiar Mabe, menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak akan dihentikan selama proses pembangunan berlangsung.
Menurut Bachtiar, pembangunan Labkesda merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Namun, pihaknya harus menyiasati agar operasional tetap berjalan di tengah proyek konstruksi.
“Ini memang dilema. Di satu sisi pembangunan harus dilakukan, tapi pelayanan juga tidak boleh berhenti. Jadi sementara ini Labkesda lama tetap digunakan,” kata Mabe.
Baca Juga: Terdorong Harga CPO, TBS Sawit Kaltim Menguat di Penghujung Maret
Ia menjelaskan, pemindahan operasional tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena membutuhkan biaya besar. Bahkan, perkiraan awal yang hanya ratusan juta rupiah ternyata membengkak hingga miliaran rupiah. “Biaya pindah itu besar. Jadi kita putuskan menunggu sampai pembangunan selesai, baru pindah sekaligus supaya efisien,” ucapnya.
Dengan skema tersebut, aktivitas pelayanan laboratorium tetap berjalan normal di gedung lama hingga fasilitas baru benar-benar siap digunakan. Bachtiar menegaskan, langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan kepada masyarakat Bontang. “Yang penting pelayanan tidak terganggu. Itu yang menjadi prioritas utama,” tutur dia.
Diketahui, bangunan lama nantinya terkena untuk rencana pengembangan Rumah Sakit Taman Sehat. Sementara bangunan baru akan berlokasi di samping Kantor Kelurahan Tanjung Laut.
Pemkot Bontang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk pembangunan infrastruktur ini. Lahan tersebut sebelumnya telah diratakan sebagai persiapan pembangunan. Dalam perencanaan awal, pembangunan Labkesda dirancang sebagai gedung dua lantai.
Lantai bawah akan difungsikan untuk pelayanan laboratorium, sementara lantai atas digunakan sebagai ruang kantor, administrasi, serta fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan. “Hitungan awalnya itu dua lantai. Tapi anggaran di RAB sebenarnya sekitar Rp 28 miliar. Sekarang yang tersedia baru Rp 11 miliar, jadi pembangunannya bertahap,” terangnya.
Dengan keterbatasan anggaran, Diskes masih menunggu arahan final dari perencana teknis terkait skema pembangunan. Opsi yang dipertimbangkan antara lain memaksimalkan satu lantai terlebih dahulu atau membangun struktur dua lantai dengan penyelesaian bertahap.
“Kita harus hati-hati. Jangan sampai dibangun setengah-setengah tapi tidak bisa dimanfaatkan. Itu yang paling kita hindari,” sebutnya.
Mabe menegaskan pembangunan Labkesda tetap mengacu pada standar fasilitas laboratorium kesehatan. Kekurangan anggaran akan diupayakan terpenuhi pada tahap selanjutnya sesuai kemampuan keuangan daerah. (*)
Editor : Sukri Sikki