Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kawal Pipa Induk Jargas Bontang Lestari, Neni Moerniaeni Temui Kementerian ESDM

Adhiel kundhara • Kamis, 2 April 2026 | 19:13 WIB
Pemkot kini tengah memprioritaskan usulan pembangunan pipa induk khusus untuk wilayah Bontang Lestari ke Pemerintah Pusat. (ISTIMEWA)
Pemkot kini tengah memprioritaskan usulan pembangunan pipa induk khusus untuk wilayah Bontang Lestari ke Pemerintah Pusat. (ISTIMEWA)

 

KALTIMPOST.ID-Pembangunan pipa induk jaringan gas (jargas) untuk wilayah Bontang Lestari terus diperjuangkan Pemkot Bontang. Usulan tersebut diajukan saat rombongan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berkunjung ke kantor Kementerian ESDM, Selasa (31/3/2026). 

Infrastruktur tersebut dinilai krusial agar kawasan itu dapat menikmati layanan jargas seperti wilayah lain. Kabag Ekonomi dan SDA Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan usulan awal penambahan jargas sebenarnya berangkat dari kebutuhan di Bontang Lestari.

“Awalnya kita mengajukan tambahan itu karena kebutuhan di Bontang Lestari. Tapi memang tidak bisa masuk skema adendum karena belum ada pipa induk,” kata Arif. Menurutnya, mekanisme adendum hanya memungkinkan penambahan maksimal 10 persen dari nilai proyek berjalan, dan hanya berlaku untuk wilayah yang sudah memiliki jaringan utama.

Baca Juga: Belasan Pedagang UMKM Mengadu ke Wakil Bupati PPU, Ini Solusi Relokasi dan Aturan Retribusinya

Karena itu, pembangunan pipa induk di Bontang Lestari akan diupayakan melalui skema pengadaan berikutnya oleh Kementerian ESDM. “Sudah ada komitmen dari pusat. Insyaallah akan diakomodasi di tahap berikutnya, tinggal menunggu kepastian waktu apakah 2027 atau setelahnya, tergantung APBN,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh pembangunan jargas, termasuk pipa induk, tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemkot hanya berperan dalam pengusulan dan penyediaan data kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pemerintah pusat juga tengah menyiapkan skema baru melalui regulasi yang memungkinkan fleksibilitas kerja sama dengan badan usaha milik daerah. Meski belum merinci teknisnya, Arif menyebut kebijakan tersebut berpotensi mempercepat pengembangan jaringan gas di daerah, termasuk untuk sektor industri.

Baca Juga: Perkuat Sinergisitas, Kodim 0904/Psr Gelar Silaturahmi Bersama Insan Media Paser

“Yang jelas, untuk rumah tangga kita fokus dulu pada penambahan sambungan. Sementara untuk Bontang Lestari, kita kawal agar masuk prioritas berikutnya,” tutur dia.

Diketahui pada tahun ini, Kota Bontang mendapatkan jatah untuk pemasangan sambungan rumah jargas yakni 10.533. Angka tersebut mengalami penambahan setelah Kementerian ESDM menyetujui 2.000 SR sebagai upaya adendum yang diajukan oleh perusahaan pemenang tender. 

Nantinya Pemkot Bontang akan memberikan porsi tambahan ini kepada masyarakat yang sudah didata namun tidak terakomodasi di kuota awal. Sebagai catatan, Pemkot Bontang mengajukan penambahan 4.034 sambungan baru.  “Akan tetapi dari angka itu 944 berasal dari Bontang Lestari,” pungkasnya.  (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #jargas #kementerian esdm