KALTIMPOST.ID, BONTANG - Cakupan imunisasi campak di Kota Bontang masih rendah. Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang menyatakan hinggi kini capaiannya belum menyentuh 90 persen.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asma mengatakan untuk capaian imunisasi measles ditambah rubella (MR) pertama hanya 70 persen. “Capaian periode kedua justru masih 60 persen dari total balita di Bontang,” kata Asma.
Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat idealnya di angka 90 persen. Hal ini bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh dari penyakit campah.
Oleh sebab itu, Diskes Bontang akan melakukan peningkatan capaian melalui imunisasi kejar serentak. “Pelaksanaannya mulai April hingga Mei mendatang,” ucapnya.
Baca Juga: Kondisi Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Makin Parah, Dinas PU Desak Perbaikan ke BBPJN
Balita yang belum tergenapi dua kali periode imunisasi MR dipersilakan menuju puskesmas maupun posyandu masing-masing. Waktu pelaksanaan yakni 08.00 hingga 12.00 Wita. Menyesuaikan dengan jadwal pelayanan rutin di tiap puskesmas.
“Ini untuk usia hingga 59 bulan. Yang tidak lengkap imunisasinya atau yang belum dilakukan langkah tersebut untuk mengejar ketertinggalan,” tutur dia.
Saat ini jumlah suspek campak di Bontang 164. Tertinggi di Kelurahan Loktuan 22. Disusul Kelurahan Api-Api yakni 20, Gunung Elai 17, Tanjung Laut 16, Tanjung Laut Indah 16, Bontang Lestari 15, Berebas Tengah 11, Gunung Telihan 10, Belimbing 10, Bontang Kuala 7, Satimpo 7, Bontang Baru 5, Kanaan 4, Guntung 3, dan Berbas Pantai 1 kasus suspek penderita campak.
Bagi warga yang mau mendapatkan layanan ini diharapkan membawa KIA beserta kartu menuju sehat. Selain imunisasi MR warga juga bisa mendapatkan polio, DPT HB Hibm PCV dan IPV. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo