KALTIMPOST.ID, BONTANG - Sebanyak sembilan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang dihentikan sementara operasionalnya. Penghentian ini dilakukan karena belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang menjadi salah satu syarat utama dalam operasional dapur pelayanan publik tersebut.
Anggota Komisi A DPRD Bontang Arfian Arsyad mengatakan pihaknya menghormati langkah pemerintah dalam memastikan seluruh fasilitas memenuhi ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, keberadaan IPAL bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga standar kesehatan dan lingkungan. “IPAL itu memang wajib. Harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan dampak negatif,” kata Arsyad.
Baca Juga: RS Taman Sehat Bontang Dipastikan Lanjut, DPRD: Jadi Back Up RSUD Taman Husada
Politikus Gelora ini menegaskan prinsip utamanya adalah seluruh dapur harus mematuhi regulasi sejak sebelum beroperasi. Ia menambahkan, kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama agar ke depan tidak terulang kembali.
Terutama bagi dapur MBG yang belum diresmikan, seluruh persyaratan teknis dan administratif harus dipastikan terpenuhi sejak tahap perencanaan.
“Artinya dari awal memang harus diperhatikan semua syarat, baik itu bangunan, fasilitas pendukung seperti IPAL, maupun standar operasional lainnya,” ucapnya.
Selain persoalan IPAL, Komisi A juga menyoroti pentingnya kelengkapan perizinan sebelum dapur mulai beroperasi. Arsyad menekankan bahwa izin sertifikasi hingga pelatihan bagi penjamah makanan harus dipenuhi terlebih dahulu.
Hal ini dinilai krusial mengingat program MBG menyasar kelompok rentan seperti pelajar dan ibu hamil. Dengan demikian, aspek kesehatan dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama.
“Seharusnya izin itu disiapkan sejak awal, sebelum operasional. Termasuk pelatihan bagi penjamah makanan, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tutur dia.
Lebih lanjut, ia berharap pengelola dapur dapat lebih proaktif dalam memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, program MBG dapat berjalan optimal tanpa kendala administratif maupun teknis.
Sebelumnya diberitakan, distribusi MBG di sembilan dapur Bontang terhenti sementara sejak awal April. Durasi yang diberikan untuk perbaikan yakni dua pekan.
Adapun dapur yang terkendala masalah IPAL yakni Gunung Elai 2 (Yayasan Ceria Mandiri), Tanjung Laut Indah (Yayasan Langit Biru Borneo), Tanjung Laut (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam), Berebas Tengah 2 (Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas), Gunung Telihan (Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas), Bontang Baru 2 (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam), Bontang Baru 3 (Yayasan Manunggal Kartika Jaya), Gunung Telihan 2 (Yayasan Tunas Bangsa Dua), serta Loktuan (Yayasan Pengusaha Warteg Bahari Indonesia). (*)
Editor : Duito Susanto