Ketua DPC PDI Perjuangan Bontang Joni Alla' Padang mengatakan pihaknya memang sebelumnya enggan berkomentar mengenai proses PAW. Mengingat baru Minggu (12/4/2026) tujuh hari pasca kepergian koleganya.
"Memang kami belum berkoordinasi dengan DPD PDI Perjuangan Kaltim terkait ini. Apalagi ada beberapa agenda di DPD saat ini," kata Joni.
Saat ini Joni sedang berada di Makassar. Pria yang menjabat sebagai sekretaris Komisi C ini mengaku terkendala penerbangan yang terbatas.
"Nanti setelah saya tiba kami akan bahas di lingkup internal partai," ucapnya.
Mengenai PAW, tahapannya mencakup pleno di lingkup DPC. Kemudian satu nama yang diusung tersebut diserahkan kepada DPD. Setelah itu nama terpilih akan diajukan ke KPU Bontang itu dilakukan pleno dan penetapan sebagai pengganti.
"Ada beberapa dokumen administrasi yang juga harus diserahkan. Salah satunya yakni surat kematian almarhum," tutur dia.
Pasca penetapan, nama terpilih akan diserahkan ke Sekretariat DPRD untuk dilakukan paripurna PAW. Menurutnya mengacu hasil pileg 2024 lalu, posisi kedua untuk dapil Bontang Selatan yakni Sudiyo dengan 640 suara.
"Kalau mengacu jumlah suara memang demikian (Sudiyo). Tetapi kami akan bahas di internal dulu," terangnya.
Diketahui PDI Perjuangan memiliki tiga kursi di Sekretariat DPRD Bontang. Bahkan partai bentukan Megawati Soekarno Putri ini menempati urutan tiga besar sehingga berhak atas kursi pimpinan DPRD Bontang.
Maming meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis pasca dirujuk ke RSUD Taman Husada. Ia memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. (*)
Editor : Ismet Rifani