BONTANG - Pemkot Bontang memastikan akan menindaklanjuti temuan pelanggaran disiplin terkait penggunaan kendaraan dinas milik Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang saat libur Lebaran. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Kota (Pj Sekkot) Bontang, Akhmad Soeharto, usai menerima hasil audit dari Inspektorat, Selasa (14/4/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan ekspose audit yang dilakukan Inspektorat, ditemukan adanya pelanggaran disiplin oleh sejumlah pegawai Diskes. Audit tersebut dilakukan menyusul laporan penggunaan kendaraan dinas yang tidak sesuai peruntukannya.
“Dari hasil audit Inspektorat, memang benar ada pelanggaran disiplin. Selanjutnya, hasil tersebut akan ditindaklanjuti dengan surat kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pegawai yang terlibat,” kata pejabat yang akrab disapa Harto ini.
Ia menjelaskan, sesuai mekanisme yang berlaku, pemeriksaan awal harus dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Nantinya, tim internal Dinkes akan memeriksa para pegawai yang diduga melanggar dan menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Memang jenjangnya seperti itu. Diskes terlebih dahulu yang melakukan pemeriksaan dan membuat BAP. Setelah itu baru dilaporkan ke kami untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Dalam audit tersebut, diketahui sebanyak 23 orang hadir dalam kegiatan yang menjadi sorotan, terdiri dari lima pegawai dan satu tenaga outsourcing. Dugaan pelanggaran mengarah pada penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan kedinasan.
Meski demikian, Soeharto menegaskan penentuan jenis pelanggaran apakah ringan, sedang, atau berat baru dapat dipastikan setelah BAP selesai disusun. “Jenis pelanggarannya nanti dilihat dari hasil BAP," tutur dia.
Terkait pemberian sanksi, ia memastikan keputusan akhir berada di tangan tim hukuman disiplin tingkat kota. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat, serta bagian hukum.
“Keputusan sanksi akan ditetapkan oleh tim hukuman disiplin. Tim ini tidak hanya satu unsur, jadi kecil kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.
Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi konflik kepentingan atau “kongkalikong” dalam pemeriksaan internal, Harto memastikan proses pengawasan dilakukan secara berlapis dan melibatkan lintas instansi. “Tim ini bekerja secara kolektif dan diawasi. Kita lihat apa saja yang dilanggar,” sebutnya.
Untuk target waktu pemeriksaan, Soeharto menyebut tidak ada batasan khusus. Namun, ia berharap proses tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin agar persoalan tidak berlarut-larut.
“Kalau pemeriksaan sebenarnya bisa cepat, satu sampai dua hari juga selesai kalau fokus. Tapi karena ada beberapa orang yang diperiksa, mungkin butuh sedikit waktu tambahan,” ungkapnya.
Sebelumnya dua kendaraan dinas milik Diskes Bontang terekam berada di destinasi wisata Labuan Cermin, Kabupaten Berau pada libur lebaran lalu.
Dua kendaraan tersebut yakni Toyota Hiace plat KT 7012 Q dan Toyota Avanza plat KT 1208 Q. Konon, kendaraan tersebut digunakan oleh salah satu pejabat di Diskes Bontang. Kejadian ini terekam video dan menjadi viral di sosial media. (*)
Editor : Sukri Sikki