BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan program penguatan sekolah swasta melalui skema bantuan operasional sekolah (BOS) untuk empat sekolah percontohan mulai dijalankan pada tahun ajaran baru. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pemerataan tenaga pengajar.
Kepala Disdikbud, Abdu Safa Muha, mengatakan anggaran program tersebut telah disiapkan dan tinggal menunggu implementasi di lapangan. “Sudah disiapkan. Artinya kita mencoba mulai di tahun ajaran baru,” kata Safa.
Baca Juga: Pajak MBLB Bontang Bergantung Aktivitas Industri, Bapenda Optimistis Tembus Rp 200 Juta
Dalam skema tersebut, total bantuan yang akan diterima setiap siswa mencapai sekitar Rp2 juta per tahun. Angka ini merupakan gabungan dari dana BOS pusat dan dukungan tambahan dari pemerintah daerah.
Saat ini, bantuan BOS yang berjalan berada di kisaran Rp1,1 juta hingga Rp1,15 juta per siswa per tahun, kemudian diperkuat dengan alokasi daerah sekitar Rp850 ribu.
“Kalau ditotal kurang lebih di angka Rp2 juta per siswa per tahun,” ucapnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan operasional sekolah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak sistemik terhadap kualitas pendidikan, khususnya di sekolah swasta. Salah satu efek yang diharapkan adalah terbukanya peluang redistribusi tenaga pendidik.
Menurutnya, peningkatan dukungan anggaran di sekolah swasta dapat menarik guru dari sekolah negeri untuk mengajar di sekolah swasta. Hal ini dinilai penting untuk mengatasi ketimpangan distribusi guru.
Baca Juga: Proyek Revitalisasi Waduk Kanaan Ditunda, DPRD Minta Pemkot Bontang Prioritaskan Belanja Wajib
“Iya, itu salah satu dampak positifnya. Guru bisa berpindah atau ‘switch’ dari negeri ke swasta. Jam mengajarnya otomatis akan bertambah dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sertifikasi,” tutur dia.
Selain itu, proses penataan tenaga pendidik juga akan dilakukan secara sistematis melalui pendataan Disdikbud. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan riil guru di masing-masing sekolah.
“Semua akan dihimpun dan didata oleh Disdikbud terkait kebutuhan tenaga pengajar,” terangnya.
Empat sekolah swasta yang ditetapkan sebagai percontohan ini diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan swasta yang lebih berkualitas dan kompetitif. Empat sekolah tersebut Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam (YPPI), Monamas, MTs Al Amin di Kelurahan Loktuan, dan satu sekolah di Kelurahan Guntung.
Editor : Muhammad Ridhuan