Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bapenda Bontang Bidik Pajak Ratusan Kafe "Hits", Potensi Sektor Kuliner Tembus Rp30 Miliar

Adhiel kundhara • Minggu, 26 April 2026 | 17:04 WIB
GENJOT PEMASUKAN: Bapenda Bontang melakukan pendataan terkait dengan kafe yang berada di Bontang Kuala. ADIEL KUNDHARA/KP
GENJOT PEMASUKAN: Bapenda Bontang melakukan pendataan terkait dengan kafe yang berada di Bontang Kuala. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Potensi pajak dari sektor kuliner di Bontang diperkirakan mencapai Rp30 miliar pada 2026. Namun, hingga kini masih banyak wajib pajak yang belum tergarap secara optimal, terutama dari usaha kafe dan kuliner skala kecil.

Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan intensif untuk mengejar potensi tersebut. “Potensi kita besar, bahkan bisa sampai Rp30 miliar. Tapi memang belum semua tergarap, masih banyak yang harus kita data,” kata Natalia.

Berdasarkan data, target PBJT makanan dan minuman tahun ini ditetapkan sebesar Rp31 miliar. Hingga Februari, realisasi baru mencapai sekitar Rp8,6 miliar atau 27 persen.

Salah satu fokus pengembangan berada di kawasan Bontang Kuala. Dari proyeksi awal, potensi pajak di wilayah tersebut bisa mencapai Rp121 juta. Namun realisasi hingga awal tahun masih sekitar Rp11 juta.

Baca Juga: Menjamur tapi Melompong! Ratusan Bangunan Sarang Walet di Bontang Tak Setor Pajak, Target Cuma Rp2 Juta Pun Masih Nihil

“Kalau kita lihat, potensi ada. Tapi realisasi masih kecil karena banyak usaha belum terdata dan masih self assessment,” ucapnya.

Bapenda mencatat, baru tiga hingga empat wajib pajak aktif yang terdata di kawasan tersebut. Padahal, terdapat puluhan bahkan ratusan usaha kuliner seperti kafe kopi yang beroperasi.

Untuk mengoptimalkan penerimaan, Bapenda berencana melakukan pendataan lapangan secara menyeluruh. Langkah ini termasuk menyasar sekitar 200 pelaku usaha yang belum masuk database pajak. “Ini akan kami turun semua. Kita data satu per satu,” tutur dia.

Selain itu, Bapenda juga akan menggencarkan sosialisasi melalui media dan pendekatan langsung kepada pelaku usaha. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.

Baca Juga: Bontang Tiga Tahun Berturut-turut Raih IPASN Tertinggi se-Kaltim, Bukti Konsistensi Pembinaan ASN

Natalia menegaskan, dalam kondisi fiskal yang terbatas, optimalisasi pajak daerah menjadi prioritas utama. Meski anggaran minim, pihaknya tetap dituntut bekerja maksimal. “Kita harus tetap gas. Walaupun anggaran terbatas, potensi tidak boleh dibiarkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Pajak Kuliner Bontang #Pajak Kafe Bontang Kuala #PBJT Makanan Minuman #incar wajib pajak baru #Bapenda Bontang