BONTANG - Pendapatan daerah terus digenjot oleh Pemkot Bontang di tengah kondisi fiskal seperti ini. Salah satunya dari retribusi masuk destinasi wisata di Kota Bontang.
Saat ini, realisasi retribusi mencapai 134 juta kurun empat bulan belakangan. Sementara target yang dipatok di tahun ini hanya Rp 200 juta.
Menanggapi itu, Anggota Komisi B DPRD Bontang, Suharno mengatakan, target yang dicanangkan terlalu rendah. Sehingga dalam waktu empat bulan sudah mencapai setengah lebih. "Target harusnya yang realistis, jangan terlalu rendah," kata Suharno.
Baca Juga: BI Kaltim Dorong UMKM Halal Tembus Pembiayaan Rp 3,27 Miliar
Politikus PKS ini menuturkan apa artinya jika persentase realisasi itu besar tetapi secara nominal sedikit. Ia akan menanyakan ini kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar).
Selain itu, jika ingin menaikkan jumlah pendapatan dari retribusi wisata harus melakukan pembenahan. Salah satunya di sarana penunjang pada obyek wisata.
Hal ini bertujuan agar angka kunjungan wisatawan baik lokal maupun nasional itu tidak stagnan. "Bagaimana bisa menarik wisatawan jika fasilitasnya masih kurang," ucapnya.
Namun demikian, ia mengapresiasi Pemkot Bontang yang terus membuka mata melihat potensi dari sektor wisata. Hal ini tak lepas juga dari rutinnya Komisi B melakukan rapat kerja dengan OPD terkait.
"Kami rutin raker dengan OPD penghasil PAD. Karena kondisi keuangan di Bontang turunnya sangat drastis. Satu-satunya jalan lewat PAD," tutur dia.
Suharno meminta kepada OPD terkait untuk terus berinovasi dalam menggenjot pendapatan kas daerah. (*)
Editor : Sukri Sikki