KALTIMPOST.ID, BONTANG - Jalur protokol Jalan MT Haryono, Kota Bontang, dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan wajah kota modern dan ramai. Meski penerangan trotoar di kawasan tersebut sudah cukup terang, penataannya dianggap masih monoton dan minim estetika.
Di sisi lain, keberadaan baut tiang tanpa pengaman trotoar juga dinilai membahayakan warga yang beraktivitas di sepanjang jalur itu. Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Bontang Nursalam saat meninjau kondisi kawasan MT Haryono.
Ia meminta Pemkot Bontang segera melakukan pembenahan, baik dari sisi pencahayaan maupun aspek keselamatan masyarakat. Menurutnya, pencahayaan di sepanjang jalan utama itu seharusnya tidak hanya berfungsi menerangi jalan, tetapi juga mampu menghadirkan identitas visual Kota Bontang sebagai kota yang berkembang.
“Sepanjang jalan itu memang terang, tetapi pencahayaannya masih terlihat seperti jajaran tapak-tapak lampu biasa. Kalau bisa dimodifikasi agar lebih bagus dan lebih mencerminkan suasana kota,” kata Salam.
Politikus Golkar itu mengusulkan agar pemerintah mengganti model dan warna lampu penerangan. Penggunaan lampu kuning diyakini bisa memberikan kesan lebih modern dan menarik bagi pengguna jalan.
Ia berharap usulan tersebut dapat masuk dalam pembahasan anggaran perubahan tahun ini. Dengan begitu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bisa segera melakukan penyesuaian penerangan di kawasan strategis tersebut.
“Penting disampaikan agar sebelum masuk anggaran perubahan, pemerintah kota bersama pihak terkait bisa menganggarkan penyesuaian lampu sesuai kebutuhan kota kita,” ucapnya.
Baca Juga: Kronologi AKP Bonar Ditangkap Polda Kaltim, Kasat Narkoba Kukar Diduga Pesan 100 Etomidate
Selain menyoroti estetika kota, Nursalam juga mengingatkan soal potensi bahaya di sepanjang jalur jogging kawasan MT Haryono. Ia menemukan sejumlah baut penyangga tiang trotoar masih terbuka tanpa pelindung.
Kondisi itu dikhawatirkan bisa memicu kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang bermain atau masyarakat yang berolahraga di area tersebut. “Ada baut-baut yang menonjol dan tidak ada pengamannya. Ini perlu menjadi perhatian karena bisa membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak,” tutur dia.
Ia meminta pemerintah segera memasang pelindung karet atau pengaman lain pada baut yang terbuka agar risiko cedera dapat diminimalkan. Menurutnya, pembenahan fasilitas publik di kawasan MT Haryono penting dilakukan agar wajah Kota Bontang semakin tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo