BONTANG - Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang kembali bergerak melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan genangan, Senin (18/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar sekaligus menekan potensi banjir saat curah hujan meningkat.
Kegiatan normalisasi dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni Jalan Mangga RT 25 Kelurahan Satimpo. Kemudian Jalan Pontianak RT 20 Kelurahan Gunung Telihan. Serta Jalan Pelabuhan III Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan.
Di Jalan Mangga RT 25, pasukan bersih sungai (Panbers) fokus melakukan perintisan dan pembersihan tanaman liar yang menutupi saluran drainase besar. Vegetasi yang tumbuh di sepanjang saluran dinilai mulai menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan luapan saat hujan deras.
Baca Juga: Tekan Angka Stunting, Bontang Jadwalkan Timbang Serentak Balita pada Juni 2026
Personel lapangan diterjunkan bersama dump truk untuk mengangkut hasil pembersihan. Dengan normalisasi tersebut, fungsi drainase di kawasan itu diharapkan kembali optimal.
Kegiatan serupa juga dilakukan di Jalan Pontianak RT 20, Kelurahan Gunung Telihan. Pada lokasi tersebut, tim Panbers melakukan pengangkatan sedimen, lumpur, serta sampah yang menumpuk di drainase lingkungan warga.
Material endapan yang cukup tebal membuat aliran air tidak berjalan maksimal. Karena itu, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar saluran kembali lancar dan lingkungan warga menjadi lebih bersih serta nyaman.
Sementara di Jalan Pelabuhan III, Kelurahan Tanjung Laut Indah, pengerjaan normalisasi dilakukan dengan dukungan alat berat mini excavator. Selain personel lapangan dan dump truk, alat berat diturunkan untuk mempercepat pengangkatan material endapan yang menyebabkan pendangkalan drainase.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan kegiatan normalisasi drainase merupakan agenda rutin yang terus dilakukan pihaknya sebagai bentuk antisipasi banjir dan genangan di kawasan perkotaan.
Menurutnya, keberadaan drainase yang bersih dan berfungsi baik sangat penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Normalisasi drainase terus kami lakukan secara bertahap di sejumlah titik yang memang membutuhkan penanganan. Kami ingin memastikan aliran air tetap lancar sehingga potensi genangan maupun banjir bisa diminimalkan,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Ia juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke dalam drainase maupun sungai. Sebab, tumpukan sampah menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air di kawasan permukiman.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Kalau saluran dijaga bersama, maka risiko banjir juga bisa ditekan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan