BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka peluang menghadirkan perguruan tinggi negeri di Kota Taman. Langkah itu dinilai penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal melalui perputaran uang mahasiswa dan aktivitas pendidikan.
Selama ini, rencana kerja sama pendidikan tinggi di Bontang sempat mengarah ke Universitas Pertahanan (Unhan). Namun hingga kini belum ada kepastian lanjutan dari pemerintah pusat.
“Kalau Unhan sementara belum bisa kita harapkan maksimal karena pemerintah pusat juga kondisi keuangannya sedang fokus ke program lain,” kata Neni Moerniaeni.
Meski begitu, Neni mengaku tetap ingin menghadirkan kampus negeri di Bontang. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi akan memberi efek ekonomi berantai bagi masyarakat.
“Saya maunya negeri supaya ada orang luar datang ke Bontang, belanja di sini, tinggal di sini, kos-kosan hidup, UMKM juga bergerak,” ucapnya.
Ia menyebut aktivitas mahasiswa mulai dari pendaftaran hingga wisuda akan menciptakan perputaran ekonomi baru di kota industri tersebut.
Namun hingga kini, Pemkot Bontang belum melakukan komunikasi resmi dengan kampus negeri lain selain Unhan. “Belum ada komunikasi dengan kampus lain, baru Unhan saja,” tutur dia.
Sebelumnya, Neni telah menerima kunjungan dari Wakil Rektor Unhan, tahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia menawarkan agar Hotel Grand Mutiara di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing, digunakan sementara sebagai lokasi kegiatan perkuliahan.
“Kami sudah meninjau lokasi bersama. Ini adalah cita-cita besar untuk menghadirkan universitas ternama di Kota Bontang,” terangnya.
Meski begitu, proses realisasi masih membutuhkan waktu. Pemerintah Kota Bontang akan terus berkoordinasi dengan pihak pusat dan Unhan guna menyiapkan segala kebutuhan, termasuk terkait status Hotel Grand Mutiara yang masih dalam masa kontrak dengan pihak swasta.
“Yang penting mimpi ini bisa terwujud. Anak-anak dari seluruh daerah, terutama Bontang, harus punya kesempatan menempuh pendidikan tinggi berkualitas,” pungkas Neni. (*)
Editor : Ismet Rifani