BONTANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar (SD) di Kota Bontang resmi berakhir pada Sabtu (23/5/2026). Namun hingga penutupan pendaftaran, baru satu sekolah negeri yang kuotanya telah terpenuhi sepenuhnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang dijadwalkan mengumumkan hasil seleksi melalui situs resmi pada Senin (25/5/2026).
Dari total 23 sekolah negeri yang menerapkan SPMB secara daring, hanya SD 009 Bontang Utara yang berhasil memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Baca Juga: DKP3 Bontang Monitoring Hewan Kurban Mulai Besok, Pastikan Kesehatan dan Ketersediaan Ternak
Pada jalur domisili atau wilayah, sekolah tersebut menyediakan enam kuota. Jumlah pendaftar bahkan melebihi kapasitas yang tersedia sehingga sebagian calon siswa bergeser ke wilayah yang sama sesuai ketentuan sistem penerimaan.
Adapun usia terendah peserta yang diterima melalui jalur tersebut tercatat 7 tahun 5 bulan 1 hari.
Kondisi serupa juga terjadi pada jalur mutasi. Tiga kuota yang disediakan SD 009 Bontang Utara seluruhnya telah terisi.
Sementara itu, jumlah kuota tersisa terbanyak masih dimiliki SD 001 dan SD 002 Bontang Barat. Kedua sekolah tersebut masing-masing masih memiliki sisa 61 kursi.
Sedangkan SD 011 Bontang Selatan masih menyisakan 34 kursi dari total kuota yang dibuka tahun ini.
Kepala SD 011 Bontang Selatan, Koriyatin, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut yang relatif sedikit.
Baca Juga: Hari Kedua SPMB Bontang 2026, Kuota Jalur Domisili di Empat SD Hampir Penuh
“Idealnya memang dua rombongan belajar (rombel), tetapi tahun ini kami membuka tiga rombel,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi sekolah yang berdekatan dengan SD 006 Bontang Selatan juga memengaruhi jumlah pendaftar. Apalagi kedua sekolah sama-sama membuka tiga rombel dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Pihak sekolah saat ini masih menunggu keputusan dan arahan dari Disdikbud Bontang terkait kemungkinan perpanjangan masa pendaftaran.
“Antara besok atau lusa sudah ada kepastian dari Disdikbud,” pungkasnya.