KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kebakaran melanda satu unit rumah di Gang Pemula, Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang, Senin pagi (25/5/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.40 Wita itu sempat memicu kepanikan warga karena api dengan cepat membesar di kawasan padat penduduk.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 06.50 Wita. Petugas kemudian langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan enam unit armada dari markas komando.
“Karena ini kawasan padat penduduk, kami langsung minta tambahan suplai air dari Pos Bontang Barat. Kami khawatir api membesar dan merembet ke rumah lain,” ujar Amiluddin saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: IPSI Kutai Barat Kirim 8 Pesilat ke Samarinda, Target Lampaui Prestasi Sebelumnya
Beruntung, api berhasil dikendalikan sekitar 20 menit kemudian. Setelah proses pemadaman, petugas melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
“Alhamdulillah api cepat dikuasai dan tidak merembet ke rumah di sebelah maupun belakang,” katanya.
Rumah yang terbakar diketahui milik Zakir, seorang pegawai Kominfo. Saat kejadian, rumah tersebut masih dalam tahap renovasi dan belum ditempati. Rencananya, bangunan itu akan dihuni setelah Lebaran.
Sempat beredar informasi adanya korban yang terjebak di dalam rumah. Dugaan itu muncul karena ada anggota keluarga yang sebelumnya menginap untuk menjaga rumah yang sedang direnovasi.
Namun, setelah dilakukan pengecekan, orang tersebut ternyata berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Ia hanya mengalami sesak napas akibat kepanikan dan kini berada di rumah rekannya.
“Kami sempat menawarkan bantuan medis, tetapi keluarga memilih membawa sendiri ke fasilitas kesehatan,” ucap Amiluddin.
Dalam proses pemadaman, Disdamkartan Bontang mengerahkan sekitar 60 personel gabungan dari shift malam, shift pagi, Pos Bontang Barat, serta relawan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
“Kami fokus memadamkan api lebih dulu. Untuk penyebab kebakaran nanti menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” tuturnya.
Sementara itu, Zakir mengaku masih syok melihat rumahnya hangus terbakar. Ia menjelaskan, rumah tersebut baru sekitar dua pekan menjalani renovasi ringan.
“Renovasi baru dua minggu. Cuma tambah tembok di belakang, pagar, sama kanopi saja,” terangnya.
Malam sebelum kejadian, Zakir bersama keluarganya sempat makan malam di rumah tersebut. Di dalam rumah juga terdapat kompor yang digunakan saat itu.
“Kemarin malam kami makan di sini. Ada kompor juga, tapi saya enggak tahu penyebabnya apakah dari gas atau listrik. Saya enggak berani berspekulasi,” katanya.
Ia bersyukur api tidak merembet ke rumah warga lain karena posisi bangunan tidak berhimpitan langsung dengan rumah tetangga.
“Alhamdulillah belakang rumah masih ada jarak, jadi rumah tetangga aman semua,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp450 juta hingga Rp500 juta. (*)
Editor : Ery Supriyadi