KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang masih fokus penyelesaian dokumen perizinan untuk Laboratorium Kesehatan (Labkes) pada tahun ini.
Kepala Diskes Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, proses tersebut menjadi prioritas sebelum tahapan mini kompetisi dilaksanakan pada Juni mendatang.
Menurutnya, saat ini progres penyelesaian dokumen terus berjalan agar seluruh persyaratan administrasi dapat segera diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Hal itu menjadi syarat utama sebelum proses mini kompetisi dimulai.
“Sekarang kami fokus dulu pada laboratorium kesehatan. Karena untuk masuk ke tahapan mini kompetisi, seluruh dokumen harus selesai dan memenuhi persyaratan,” kata drg Toetoek.
Ia menjelaskan, mini kompetisi direncanakan berlangsung pada Juni 2026. Karena itu, Diskes Bontang terus mempercepat penyelesaian dokumen pendukung agar tidak menghambat proses pengadaan maupun tahapan selanjutnya.
“Kami berharap Juni nanti sudah bisa dilaksanakan. Mohon doanya supaya semua proses administrasi berjalan lancar,” ucapnya.
Selain perizinan Labkesda, awak media Kaltim Post juga menanyakan terkait rencana pengembangan Rumah Sakit tipe D. Namun hingga kini, belum ada target pasti mengenai realisasi perizinan proyek tersebut.
Saat disinggung apakah pembangunan atau pengembangan RS tipe D akan masuk target tahun depan, drg Toetoek menyebut pihaknya masih belum menetapkan agenda tersebut. “Untuk RS tipe D nanti. Fokus Labkesda dulu,” singkatnya.
Baca Juga: Warga Damai Balikpapan Heboh, Pria 69 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah
Diketahui, bangunan lama yang berlokasi di Gang Pencak Silat 5 nantinya terkena untuk rencana pengembangan Rumah Sakit Taman Sehat. Sementara bangunan baru akan berlokasi di samping Kantor Kelurahan Tanjung Laut.
Pemkot Bontang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk pembangunan infrastruktur ini. Lahan tersebut sebelumnya telah diratakan sebagai persiapan pembangunan. Dalam perencanaan awal, pembangunan Labkesda dirancang sebagai gedung dua lantai.
Lantai bawah akan difungsikan untuk pelayanan laboratorium, sementara lantai atas digunakan sebagai ruang kantor, administrasi, serta fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo