KALTIMPOST.ID-Program bantuan seragam sekolah gratis bagi pelajar di Kota Bontang mulai memasuki tahap produksi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan proses penjahitan seragam telah berjalan dan ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan sebagian proses pengukuran hingga produksi seragam sudah dilakukan oleh pihak penyedia. Bahkan, beberapa item perlengkapan sekolah lain seperti tas dan sepatu juga mulai dipersiapkan. “Sudah berproses. Penjahitannya sudah jalan. Sebagian pengukuran juga sudah dilakukan,” kata Abdu Safa Muha saat diwawancarai, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, target utama pemerintah adalah agar perlengkapan sekolah tersebut dapat dibagikan saat memasuki tahun ajaran baru. Hal itu dilakukan guna meringankan beban orang tua siswa, terutama di tengah kondisi ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Tahun ajaran baru targetnya selesai. Mudah-mudahan yang sudah selesai bisa langsung dibagikan tetapi bertahap,” ucapnya. Namun demikian, distribusi untuk siswa baru masih menunggu data ukuran badan masing-masing peserta didik. Sebab hingga kini, pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap murid baru yang akan masuk pada tahun ajaran mendatang.
Baca Juga: Bahas Arah Pembangunan Kota, DPRD Bontang Target Pansus RTRW Rampung 3 Bulan
“Kalau murid baru kan ukurannya belum ada. Jadi masih menunggu data dari sekolah,” tutur dia. Sementara itu, untuk siswa lama, Disdikbud berharap distribusi bisa dilakukan lebih cepat setelah proses produksi rampung. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat karena orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli seragam sekolah.
Safa juga mengakui adanya tantangan dalam proses pengadaan tahun ini. Salah satunya terkait kenaikan harga bahan baku dan ongkos produksi yang berdampak pada biaya pembuatan seragam. “Harga-harga sekarang naik. Tapi kami tetap berupaya kualitas bahan tetap sama seperti tahun lalu,” terangnya.
Meski harga bahan mengalami kenaikan, Disdikbud memastikan anggaran program tidak mengalami penambahan. Pemerintah tetap mempertahankan kualitas seragam tanpa mengurangi spesifikasi bahan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Anggarannya tetap. Mudah-mudahan masih bisa dengan kualitas yang sama,” sebutnya. Diketahui, untuk pengadaan seragam sekolah SD dan SMP dialokasikan Rp11 miliar. Pada proses produksi Disdikbud menggandeng 600 penjahit lokal dalam program ini. (riz)
Editor : Muhammad Rizki