KALTIMPOST.ID, BONTANG – Operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang dihentikan sementara. Kebijakan tersebut berdampak pada sekitar 4.000 penerima manfaat yang untuk sementara waktu belum menerima layanan MBG.
Kepala Regional SPPG Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, dua dapur yang dihentikan sementara berada di wilayah Bontang Selatan, tepatnya kawasan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.
Menurutnya, penghentian operasional bukan disebabkan persoalan distribusi maupun kekurangan penerima manfaat, melainkan hasil evaluasi yang dilakukan tim regional Kalimantan Timur.
Baca Juga: Kementerian ESDM Tinjau Proyek Jargas Bontang Lusa, Pemasangan SR Sudah 91 Persen
"Ada kunjungan dari regional Kaltim. Setelah dilakukan peninjauan, dinilai masih ada beberapa bagian yang perlu dibenahi, terutama terkait layout dan infrastruktur pendukung dapur," kata Surya, Senin (8/6/2026).
Surya menjelaskan, pihak pengelola diberikan waktu beberapa pekan untuk melakukan perbaikan agar fasilitas yang tersedia memenuhi standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Saat ini jumlah SPPG yang tercatat di Kota Bontang mencapai 22 unit. Dari jumlah tersebut, 20 dapur telah beroperasi. Namun dua dapur di Bontang Selatan harus menghentikan aktivitasnya sementara waktu hingga proses pembenahan selesai dilakukan.
Dampak penghentian operasional dua dapur tersebut cukup signifikan. Ribuan siswa dan penerima manfaat yang sebelumnya dilayani kedua SPPG tersebut untuk sementara belum menerima distribusi makanan bergizi gratis.
"Perkiraannya sekitar 4.000 penerima manfaat yang terdampak dari dua dapur yang sedang suspend ini," ucapnya.
Meski demikian, Surya memastikan penghentian operasional hanya bersifat sementara. Setelah seluruh aspek yang menjadi catatan tim evaluasi diperbaiki, kedua dapur tersebut dapat kembali melayani penerima manfaat.
Selain melakukan pembenahan fasilitas, BGN juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sebaran dapur MBG di berbagai daerah. Evaluasi tersebut mencakup kesesuaian lokasi, kapasitas layanan, hingga jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.
"Kami berharap proses perbaikan bisa segera selesai sehingga layanan MBG dapat kembali berjalan normal dan seluruh penerima manfaat bisa terlayani seperti sebelumnya," tutur dia.
Diketahui dua dapur tersebut yakni Bontang Selatan 01 dan 02. Dapur Bontang Selatan 01 sebelumnya melayani SD 009 Bontang Selatan dan SMP3. Sementara dapur Bontang Selatan 02 mengakomodasi SMP 2, dan TK Darul Furqon. (*)
Editor : Duito Susanto