KALTIMPOST.ID-Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak di Kelurahan Gunung Elai, Bontang menunjukkan hasil positif pada hari pertama.
Hingga Selasa (9/6) malam hari, capaian penimbangan balita telah mencapai 72 persen dari total sasaran yang ada.
Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan yang dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat sebelum kegiatan berlangsung.
Menurutnya, sehari sebelum Operasi Timbang Serentak dimulai, pihak kelurahan mengumpulkan forum RT, kader Posyandu, PKK, Linmas, Karang Taruna, serta lembaga kemasyarakatan lainnya untuk memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh sasaran hadir ke Posyandu.
“Semua unsur kami kumpulkan kembali. Kami tekankan pentingnya menyukseskan Operasi Timbang Serentak sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting,” kata Sulistyo.
Baca Juga: Ketua DPRD Berau Minta Petani Optimalkan Alsintan untuk Dukung Swasembada Pangan
Ia menjelaskan, berbagai materi sosialisasi dan imbauan turut disebarkan kepada masyarakat melalui RT dan kader posyandu.
Bahkan, jika terdapat warga yang enggan membawa balitanya ke posyandu, pihak kelurahan telah menyiapkan langkah jemput bola.
“Kalau ada yang tidak mau datang, besok akan dijemput langsung oleh RT, kader, babinsa, bhabinkamtibmas, maupun pihak kelurahan,” ucapnya.
Meski demikian, hingga hari pertama pelaksanaan, belum ditemukan warga yang harus dijemput karena mayoritas sasaran bersedia datang secara sukarela ke posyandu.
Sulistyo menilai tingginya capaian tersebut merupakan hasil kerja keras kader posyandu dan pengurus RT yang secara intensif memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya penimbangan balita.
“Alhamdulillah, masyarakat cukup antusias. Banyak orangtua yang datang membawa anaknya untuk ditimbang karena terus diingatkan oleh kader dan RT,” tutur dia.
Dari total capaian 72 persen tersebut, masih terdapat sekitar 228 balita yang belum mengikuti penimbangan.
Wilayah dengan jumlah sasaran terbanyak yang masih menunggu kehadiran balita berada di Posyandu Setia Malam I yang berada di kawasan belakang Kantor Telkom.
“Di sana memang jumlah sasarannya paling banyak, sehingga masih ada beberapa yang belum datang dan akan kami pantau kembali pada hari berikutnya,” terangnya.
Menariknya, semangat para kader posyandu terlihat dari jam pelayanan yang diperpanjang.
Beberapa posyandu bahkan tetap membuka layanan hingga menjelang Magrib untuk mengakomodasi orang tua yang baru bisa membawa anaknya setelah pulang bekerja.
“Posyandu Bougenville misalnya tetap melayani sampai sebelum Magrib karena sudah membuat janji dengan orang tua balita yang bekerja. Semua tetap kami layani,” sebutnya.
Data operasi timbang serentak menunjukkan capaian Gunung Elai berada di atas sejumlah kelurahan lainnya, seperti Berbas Tengah yang mencapai 68,49 persen, Berbas Pantai 66,53 persen, Bontang Lestari 66,12 persen, Api-Api 59,55 persen, Bontang Kuala 55,50 persen, Gunung Telihan 54,93 persen, dan Tanjung Laut 54,06 persen. (rd)
Editor : Romdani.