Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Operasi Timbang Bontang Capai 80 Persen, Gunung Elai dan Guntung Tertinggi

Adhiel kundhara • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:18 WIB
Kader posyandu melakukan pengukuran tinggi dan berat badan balita dalam kegiatan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kota Bontang. Hingga hari kedua pelaksanaan, sebanyak 7.903 balita atau 80,63 persen dari total sasaran telah mengikuti penimbangan. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Kader posyandu melakukan pengukuran tinggi dan berat badan balita dalam kegiatan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kota Bontang. Hingga hari kedua pelaksanaan, sebanyak 7.903 balita atau 80,63 persen dari total sasaran telah mengikuti penimbangan. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kota Bontang menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga hari kedua pelaksanaan, sebanyak 7.903 balita telah mengikuti penimbangan atau mencapai 80,63 persen dari total sasaran 9.802 balita yang tersebar di seluruh kelurahan.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–13 Juni 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Bontang dalam mempercepat penurunan angka stunting. Operasi timbang dilaksanakan di 125 posyandu dengan dukungan 984 kader kesehatan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, operasi timbang memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.

Baca Juga: Iran Tutup Total Selat Hormuz Usai Diserang AS, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak

“Operasi timbang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting memastikan seluruh balita tumbuh sehat, terpantau gizinya, dan mendapat intervensi tepat sejak dini. Target kita jelas, menuju zero stunting,” ujar Neni.

Dalam pelaksanaannya, setiap balita menjalani pengukuran berat badan dan tinggi badan. Seluruh data kemudian diinput ke aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) sebagai dasar penyusunan kebijakan dan intervensi gizi.

Berdasarkan data per 10 Juni 2026, Kelurahan Gunung Elai mencatat capaian tertinggi dengan 816 balita ditimbang atau 96,91 persen dari sasaran. Posisi berikutnya ditempati Guntung dengan capaian 96,02 persen.

Berbas Tengah menyusul dengan 90,41 persen, disusul Bontang Lestari 88,32 persen dan Berbas Pantai 87,55 persen. Sementara Kanaan mencapai 86,09 persen, Gunung Telihan 82,76 persen, dan Bontang Kuala 80,19 persen.

Di sisi lain, Satimpo masih menjadi kelurahan dengan capaian terendah, yakni 63,23 persen. Belimbing berada di angka 63,30 persen dan Tanjung Laut Indah 71,37 persen.

Baca Juga: Fantastis! Raffi Ahmad dan Nagita Borong 61,85% Saham VISI, Gelontorkan Dana Rp178,75 Miliar

Neni meminta seluruh pihak, mulai dari kelurahan, puskesmas, RT, kader posyandu hingga masyarakat, terus memperkuat kolaborasi selama operasi timbang berlangsung.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari kegiatan tersebut sangat penting untuk memastikan program penanganan stunting berjalan lebih tepat sasaran.

“Data yang diperoleh dari operasi timbang ini sangat penting sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan. Dengan data yang valid, intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#balita Bontang #Neni Moerniaeni #Operasi Timbang #stunting Bontang #posyandu