KALTIMPOST.ID-Rencana tambahan pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) untuk Kota Bontang pada 2026 dipastikan mengalami penyesuaian. Pemerintah Kota Bontang menerima informasi terbaru bahwa kuota tambahan yang semula diharapkan mencapai 2.000 SR kemungkinan hanya dapat direalisasikan sebanyak 1.000 SR.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pengurangan jumlah sambungan tersebut berkaitan dengan ketentuan addendum pekerjaan yang tidak memungkinkan penambahan volume melebihi 10 persen dari kontrak yang berjalan.
“Usulan jargas yang awalnya 2.000 sambungan kemungkinan terealisasi 1.000 sambungan saja,” kata Arif saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026). Meski jumlahnya berkurang dari rencana awal, Pemkot Bontang tetap menyambut positif tambahan kuota tersebut. Menurut Arif, arahan Wali Kota Bontang adalah tetap bersyukur atas tambahan sambungan yang diberikan pemerintah pusat karena akan memperluas cakupan layanan gas bumi bagi masyarakat.
Dengan tambahan tersebut, total pemasangan jaringan gas rumah tangga yang dikerjakan pada tahun ini diperkirakan mencapai 11.553 sambungan rumah. Angka itu berasal dari proyek jargas yang sebelumnya telah berjalan dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Baca Juga: Jalur Prestasi SPMB 2026 Dapat Bonus hingga 100 Poin untuk Juara Lomba dan Tahfidz
Arif menjelaskan, hingga kini pemerintah daerah belum menerima rincian lokasi maupun pembagian kuota tambahan 1.000 sambungan tersebut per kelurahan. “Belum ada rincian per kelurahan. Kami juga masih menunggu informasi resmi dari PPK. Kemungkinan menunggu finalisasi proyek yang sedang berjalan,” ucapnya.
Selain itu, proyek pemasangan jargas yang saat ini berlangsung juga mendapatkan perpanjangan waktu pelaksanaan. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkot Bontang, masa pekerjaan diperpanjang sekitar 77 hari dari jadwal sebelumnya.
Perpanjangan waktu tersebut membuat penyelesaian proyek yang semula diperkirakan berakhir pada September bergeser hingga Oktober 2026. Terkait kebutuhan jaringan gas yang masih belum terakomodasi, Pemkot Bontang berencana kembali mengusulkan tambahan sambungan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun mendatang.
Langkah itu dilakukan agar wilayah yang belum terjangkau jaringan gas, termasuk kawasan yang masih membutuhkan perluasan layanan, dapat memperoleh akses energi yang lebih murah dan efisien. “Selanjutnya akan kami usulkan kembali ke Menteri ESDM,” tutur dia.
Program jargas menjadi salah satu proyek strategis pemerintah dalam upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik. Bagi Bontang yang merupakan daerah industri gas, perluasan jaringan gas rumah tangga dinilai penting untuk meningkatkan manfaat langsung sektor energi kepada masyarakat. (riz)
Editor : Muhammad Rizki