Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Penyaluran Gas Melon Bontang Tembus 46,63 Persen, Ini Skenario Extra Dropping Hadapi Lonjakan Permintaan

Adhiel kundhara • Senin, 15 Juni 2026 | 19:18 WIB
BERI TAMBAHAN: Pertamina Patra Niaga menambah pasokan distribusi elpiji 3 kg di Samarinda, berharap warga tidak membeli berlebihan, Senin (10/2).
Pekerja saat menata tabung LPG 3 kilogram di salah satu pangkalan resmi. (DOK KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID- Realisasi penyaluran LPG subsidi 3 kilogram (kilogram) di Kota Bontang menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, sebanyak 1.976.112 kilogram atau setara 658.704 tabung telah tersalurkan kepada masyarakat.

Capaian tersebut telah mencapai 46,63 persen dari total kuota LPG 3 kilogram Kota Bontang tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 4.238.000 kilogram. Dengan sisa kuota 2.261.888 kilogram atau sekitar 753.963 tabung, pemerintah daerah memastikan ketersediaan LPG subsidi masih aman hingga akhir tahun.

Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, mengatakan realisasi penyaluran tabung gas melon di Kota Taman menunjukkan kondisi yang cukup baik dan berada dalam jalur yang sesuai target tahunan. “Penyaluran LPG 3 kilogram hingga Mei 2026 berjalan lancar dan stabil. Realisasi sudah mencapai 46,63 persen dari kuota tahunan. Kami terus melakukan pengawasan agar distribusi tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Eko.

Data DKUMPP mencatat, penyaluran tertinggi terjadi pada April 2026. Pada bulan tersebut, distribusi mencapai 407.832 kilogram atau setara 135.944 tabung. Sementara pada Mei 2026, realisasi penyaluran tercatat 406.140 kilogram atau 135.380 tabung.

Baca Juga: Terbentur Aturan Kontrak Addendum Maksimal 10 Persen, Kuota Tambahan Jargas Bontang Dipangkas Separuh!

Secara rata-rata, distribusi LPG subsidi di Bontang mencapai 395.222 kilogram per bulan atau sekitar 131.741 tabung. Angka tersebut dinilai cukup stabil dan menunjukkan tidak adanya gangguan signifikan dalam rantai distribusi selama lima bulan pertama tahun ini.

Dalam pelaksanaannya, distribusi LPG melon di Bontang masih didominasi oleh PT Pantai Subur dengan kontribusi 384.780 tabung atau 58,4 persen dari total penyaluran. Kemudian disusul PT Akawy sebanyak 211.684 tabung atau 32,1 persen, serta PT Gemilang Karya Energi sebanyak 62.240 tabung atau 9,5 persen.

Eko menjelaskan, peran agen penyalur menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan LPG subsidi di seluruh wilayah Bontang. Karena itu, DKUMPP terus melakukan pemantauan bersama Pertamina dan para agen agar distribusi berjalan merata.

“Koordinasi rutin kami lakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia di pangkalan resmi. Kami juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG subsidi sesuai peruntukannya dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” ucapnya.

Berdasarkan proyeksi DKUMPP, apabila rata-rata penyaluran bulanan tetap berada di angka 395.222 kilogram, maka hingga Desember 2026 total distribusi diperkirakan mencapai 4.742.660 kilogram. Angka tersebut setara 111,9 persen dari kuota tahunan.

Baca Juga: SPMB 2026 Kaltim Dibuka 22 Juni, SMA dan SMK di Bontang Siapkan Kuota Ratusan Kursi

Melihat potensi tersebut, pemerintah daerah telah mengantisipasi kemungkinan peningkatan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan dan libur nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan tambahan pasokan atau extra dropping LPG 3 kilogram kepada Pertamina.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat pengecer. “Extra dropping merupakan langkah preventif agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG saat permintaan meningkat. Kami ingin memastikan kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha mikro, hingga sektor kuliner tetap terpenuhi,” tutur dia.

DKUMPP juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku. Selain menjaga distribusi lebih tertib, langkah tersebut diharapkan dapat menekan praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #gas melon #elpiji subsidi 3 kg