Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan dalam program percepatan penurunan stunting yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.
“Ada beberapa yang tinggal satu digit saja. Mudah-mudahan semakin banyak yang bisa mencapai angka itu,” kata Neni.
Meski demikian, Neni menegaskan data yang diperoleh saat ini masih bersifat sementara. Pemerintah belum akan menetapkan angka final sebelum dilakukan verifikasi dan pengukuran ulang terhadap anak-anak yang terindikasi mengalami stunting.
Menurutnya, proses validasi perlu dilakukan untuk memastikan data yang diperoleh benar-benar akurat. “Nanti yang terindikasi stunting akan diukur ulang oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan apakah dia stunting atau tidak,” ucapnya.
Langkah tersebut dinilai penting karena tidak semua kader posyandu yang melakukan pendataan telah memperoleh pelatihan secara menyeluruh. Saat ini, jumlah kader yang sudah mendapatkan pelatihan baru mencapai sekitar 50 persen.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan tidak terjadi kesalahan dalam proses identifikasi maupun pengukuran status gizi anak. Neni menyebut beberapa wilayah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
"Kelurahan Bontang Baru dan Kanaan itu satu digit," tutur dia.
Meski angka tersebut belum menjadi data final, kondisi itu menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak positif. Berbagai program penanganan stunting terus digencarkan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi kepada keluarga hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
Pemkot Bontang juga terus memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Pelatihan secara bertahap dilakukan agar proses pendataan dan pemantauan balita semakin akurat.
Neni berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu dan masyarakat dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kota Bontang.
“Yang terpenting sekarang memastikan data benar dan intervensi tepat sasaran. Dengan begitu angka stunting bisa terus turun,” pungkasnya. (*)