Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sulap Lahan Prodesa Jadi Ekowisata: Gunung Elai Garap Destinasi Wisata Mangrove Baru Ramah Lingkungan di Dekat TPI Bontang

Adhiel kundhara • Senin, 22 Juni 2026 | 17:17 WIB
JAGA LINGKUNGAN: Kawasan yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bontang sudah dalam tahap pembersihan oleh Kelurahan Gunung Elai. (ADIEL KUNDHARA/KP)
JAGA LINGKUNGAN: Kawasan yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bontang sudah dalam tahap pembersihan oleh Kelurahan Gunung Elai. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Kelurahan Gunung Elai mulai menata kawasan mangrove di wilayah pesisir sebagai calon destinasi wisata baru. Pembersihan lahan telah dilakukan selama sekitar satu bulan terakhir dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah kelurahan, RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), kelompok masyarakat, hingga warga setempat.

Kawasan yang dibersihkan berada di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan dapat diakses melalui jembatan baru yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perhatian masyarakat.

“Sudah sekitar satu bulan kami melakukan pembersihan bersama warga. Semua bergerak bersama, mulai dari RT, LPMK, Pokdarwis hingga masyarakat sekitar,” kata Sulistyo.

Baca Juga: Disdikbud Kutim Buka Posko Aduan SPMB, Warga Bisa Laporkan Pelanggaran Seleksi

Ia menjelaskan, lahan yang kini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata sebelumnya merupakan tanah prodesa yang sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal.

Pada masa lalu, sebagian area tersebut bahkan pernah digunakan warga sebagai lapangan voli. Namun seiring berjalannya waktu, kawasan itu menjadi kurang terawat dan ditumbuhi semak serta ilalang.

Melihat potensi yang dimiliki, pemerintah kelurahan kemudian menggelar musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga. Hasilnya, seluruh pihak sepakat menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berbasis mangrove.

“Kami berdiskusi dengan warga dan tokoh masyarakat. Kesepakatannya adalah memanfaatkan kawasan ini untuk pengembangan wisata yang nantinya bisa mendukung ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Meski dilakukan pembersihan, Sulistyo menegaskan pihaknya tidak melakukan penebangan mangrove. Upaya yang dilakukan hanya membersihkan rumput liar dan tanaman yang mengganggu akses kawasan.

Menurut dia, kelestarian ekosistem menjadi prioritas utama dalam pengembangan wisata tersebut. “Kami tidak menebang mangrove. Yang dibersihkan hanya ilalang dan tanaman liar. Mangrove tetap dipertahankan karena menjadi habitat berbagai satwa,” tutur dia.

Kawasan tersebut diketahui menjadi tempat hidup berbagai jenis burung yang kerap terlihat pada sore hari. Keberadaan satwa itu justru akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung.

Karena itu, konsep wisata yang disiapkan mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan konservasi. Selain menawarkan wisata susur mangrove, kawasan tersebut juga dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati suasana pesisir.

Ke depan, kelurahan berencana menambah fasilitas pendukung seperti gazebo, anjungan pandang, serta area UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Sulistyo mengatakan pengelolaan kawasan nantinya juga melibatkan Pokdarwis, masyarakat setempat, serta unsur keamanan lingkungan seperti Linmas dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

“Kami ingin wisata ini berkembang, tetapi tetap menjaga keamanan dan kelestarian lingkungannya. Mangrove dan habitat burung harus tetap terjaga karena itu bagian dari daya tarik kawasan ini,” tutur dia.

Ia berharap destinasi wisata mangrove yang sedang dirintis tersebut dapat menjadi ikon baru Gunung Elai sekaligus menambah pilihan wisata alam di Kota Bontang. “Tujuan akhirnya adalah menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #objek wisata bontang #mangrove