KALTIMPOST.ID, BONTANG - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Kalimantan Timur 2026 kini menerapkan pembagian waktu akses pendaftaran secara bergilir berdasarkan wilayah.
Kebijakan itu diterapkan setelah server SPMB mengalami gangguan pada hari pertama pendaftaran akibat tingginya jumlah pengguna yang mengakses secara bersamaan.
Ketua Panitia SPMB SMA 1 Bontang, Nurdin, mengatakan berdasarkan pengumuman terbaru dari Pemprov Kaltim, calon peserta didik dari wilayah Bontang, Kutai Timur (Kutim), dan Berau hanya dapat mengakses portal pendaftaran pada pukul 13.00 hingga 16.00 Wita.
Baca Juga: Libur Sekolah, 10 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda Dipulangkan ke Balikpapan
“Sudah keluar pengumuman baru dari provinsi. Aksesnya sekarang dijadwal berdasarkan wilayah. Untuk Bontang, Kutim, dan Berau itu pukul 13.00 sampai 16.00 Wita,” kata Nurdin.
Menurutnya, pembagian waktu tersebut bukan ditujukan untuk operator sekolah, melainkan bagi siswa yang akan melakukan pendaftaran secara daring melalui portal SPMB.
Ia menjelaskan, pada hari pertama pendaftaran, sebagian besar calon peserta didik tidak dapat mengakses sistem karena server mengalami gangguan sejak pagi hari.
Akibatnya, banyak siswa dan orang tua yang datang langsung ke sekolah untuk meminta penjelasan mengenai alur pendaftaran.
Baca Juga: Debut di Pentas Nasional, Tim Sepak Bola Putri Usia Dini Samarinda Ditantang Tiga Kekuatan Jawa
“Sudah ada yang datang ke sekolah, tapi kebanyakan masih bertanya soal proses pendaftarannya. Kemarin mereka memang tidak bisa masuk aplikasi karena server down sejak pagi,” ucapnya.
Meski akses dibatasi berdasarkan jadwal wilayah, SMA 1 Bontang telah menyiapkan tujuh operator untuk melakukan verifikasi berkas pendaftaran yang masuk. Operator akan bersiaga penuh selama jam akses wilayah Bontang berlangsung.
“Kami standby tujuh operator. Ketika ada yang mendaftar, langsung kami verifikasi,” tutur dia.
Nurdin menerangkan proses verifikasi dilakukan oleh sekolah yang menjadi pilihan pertama peserta didik. Apabila calon siswa memilih SMA 1 Bontang sebagai pilihan utama, maka seluruh dokumen akan diverifikasi oleh panitia sekolah tersebut.
Hingga berita ini ditulis untuk jalur afirmasi telah masuk 13 berkas. Namun baru diverifikasi 10 berkas. Jalur mutasi sementara ini jumlah berkas baru tiga. Dari angka tersebut baru dua yang sudah diverifikasi.
Beralih ke jalur prestasi tercatat 22 berkas. Saat ini baru lima sudah verifikasi. Kendala utama yang ditemukan berasal dari dokumen rapor yang diunggah peserta.
Banyak calon siswa mengunggah hasil rekap nilai sekolah, bukan hasil pindai atau scan rapor asli sesuai ketentuan. “Banyak yang kami kembalikan karena upload rapornya tidak sesuai. Yang diminta itu scan rapor asli, bukan dokumen rekap gabungan dari sekolah,” terangnya.
Berdasarkan jadwal yang ditampilkan pada portal SPMB, akses wilayah dibagi menjadi beberapa sesi. Kukar memperoleh jadwal 07.00 hingga 10.00 Wita. Kemudian Kubar, Mahulu, dan Paser pukul 10.00 sampai 13.00 Wita.
Tiga daerah yakni Bontang, Kutim, dan Berau dijadwalkan pukul 13.00 sampai 16.00 Wita. Dilanjutkan Balikpapan-PPU 16.00–19.00 Wita, Samarinda pukul 19.00–22.00 Wita, serta akses bebas seluruh wilayah pada pukul 22.00–07.00 Wita. (*)
Editor : Duito Susanto