KALTIMPOST.ID, BONTANG – Calon peserta didik yang tersisih dari persaingan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Kota Bontang masih memiliki kesempatan memperoleh bangku sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. Mereka dapat mengalihkan pilihan ke SMK atau SMA lain yang kuotanya masih tersedia.
Namun, perpindahan tersebut tidak berlangsung otomatis. Peserta harus kembali login ke sistem SPMB dan menginput seluruh berkas pendaftaran dari awal untuk memilih sekolah tujuan yang baru.
Baca Juga: Diangkat Jadi Anak Adat di Ujoh Bilang, Kapolres Mahulu: Amanah untuk Terus Menjaga Persaudaraan
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bontang, Suyanik, mengatakan, calon siswa yang posisinya sudah berada di luar kuota tidak perlu menunggu hingga hari terakhir pendaftaran untuk mengubah pilihan sekolah.
"Kalau sudah merasa tergeser dari kuota, bisa langsung login lagi dan mendaftar ke SMA atau SMK yang nilainya masih memungkinkan," kata Suyanik, Kamis (2/7).
Menurut dia, sistem SPMB tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. Peserta tidak lagi diwajibkan mencabut berkas di sekolah asal sebelum berpindah pilihan.
Baca Juga: Warga PPU Harap Bersiap, BMKG Prakirakan Cuaca Berfluktuasi dari Kabut hingga Cerah Terik
Namun, proses pendaftaran tetap harus dilakukan kembali melalui aplikasi dengan mengunggah dokumen persyaratan. "Daftar lagi. Login lagi dan input berkas lagi. Tidak perlu cabut berkas seperti tahun lalu," ucapnya.
Suyanik mengungkapkan, awalnya pemerintah merencanakan perpindahan dari SMA ke SMK dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem. Namun, fitur tersebut belum didukung aplikasi SPMB yang digunakan tahun ini.
Akibatnya, peserta yang ingin berpindah sekolah harus melakukan pendaftaran ulang secara mandiri. "Aplikasinya belum support untuk perpindahan otomatis. Jadi peserta harus daftar lagi sendiri," tutur dia.
Baca Juga: Bupati Paser Pastikan TPP ASN Tetap Utuh di Tengah Tekanan Keuangan Daerah
Ia menambahkan, peserta juga tidak perlu menghubungi help desk SPMB untuk melakukan perpindahan pilihan. Cukup masuk kembali ke akun masing-masing dan memilih sekolah tujuan yang baru.
Meski masih diberi kesempatan berpindah, Suyanik mengingatkan ada konsekuensi yang harus dipahami peserta. Mereka akan kehilangan bonus 100 poin yang hanya diberikan kepada pendaftar pada pilihan pertama.
"Kalau pindah ke pilihan kedua atau sekolah lain, poin 100 itu hilang. Karena itu peserta harus benar-benar memperhitungkan peluangnya," terangnya.
Suyanik mengatakan pergerakan peringkat masih akan terus berubah hingga penutupan pendaftaran. Karena itu, peserta diminta aktif memantau posisi mereka di sistem agar tidak terlambat mengambil keputusan apabila sudah berada di luar kuota.
Baca Juga: Pemkab Kubar dan BBPJN Kaltim Bersinergi Percepat Perbaikan Jalan Nasional di Sendawar
Kesempatan untuk mengubah pilihan sekolah masih dibuka hingga Jumat (3/7/2026) pukul 11.00 Wita, bersamaan dengan penutupan pendaftaran SPMB.
"Kalau sudah tergeser, jangan menunggu. Segera login kembali dan daftar ke sekolah lain yang peluang diterimanya masih ada sebelum pendaftaran ditutup," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A