KALTIMPOST.ID- Proyek penurapan sungai di akses masuk Perum Griya Wisata, Kelurahan Bontang Kuala hingga saat ini masih berlangsung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, saat ini progresnya mencapai 75,95 persen.
“Angka ini sudah surplus 27 persen dari target yang dipatok,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini saat melakukan kunjungan lapangan ke Gang Nusantara, Senin (6/7/2026). Pengerjaan ini dimenangkan oleh CV Teluk Damai Jaya. Perusahaan tersebut berasal dari Bontang yang mulai berkontrak sejak 11 Maret lalu. Nilai kontraknya mencapai Rp4,5 miliar. Menurutnya, proyek ini memiliki panjang 160 meter.
“Satu sisi saja yakni sebelah kanan dari jalan masuk perumahan. Tujuannya agar bisa membendung limpahan air saat kondisinya pasang, sehingga tidak masuk kawasan perumahan maupun kantor kelurahan Bontang Kuala,” ucapnya.
Penurapan ini menggunakan tiang pancang. Dengan menggunakan struktur beton bertulang dan batu gunung atau komposit. Ia menilai pengerjaan bisa rampung sebelum akhir kontrak dengan durasi enam bulan. “Selesainya nanti di akhir September,” tutur dia.
Meski nanti rampung, tidak otomatis penanganan banjir langsung tertangani. Mengingat pengerjaan masih belum menyeluruh dari panjang sungai yang ada di Bontang Kuala. Pasalnya volume yang dikerjakan bersifat parsial atau menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Masih jauh dari struktur bantaran sungai yang ada di Bontang Kuala. Harus ada kelanjutannya,” terangnya. Diketahui Perum Griya Wisata menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak banjir rob. Pasalnya akses masuk perum ini harus melewati sungai. Belum lagi struktur wilayah lebih rendah dibandingkan bantaran sebelumnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki