Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mati Lampu Lintas Kalimantan Imbas Overhaul Pembangkit, Ketua Komisi B DPRD Bontang Minta PLN Kebut Perbaikan

Adhiel kundhara • Senin, 6 Juli 2026 | 19:50 WIB
Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam.
Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam.

KALTIMPOST.ID- Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dipastikan turut berdampak pada Kota Bontang. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam mengimbau masyarakat tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti jadwal pemadaman yang telah diumumkan oleh PLN.

Menurut Rustam, gangguan kelistrikan yang terjadi saat ini bukan persoalan yang hanya dialami Bontang. Pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pengaturan sistem kelistrikan di lintas Kalimantan karena adanya pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan pada sejumlah fasilitas pembangkit.

"Ini bukan hanya terjadi di Kota Bontang, tetapi di lintas Kalimantan. Karena itu masyarakat kami harapkan bersiap-siap mengantisipasi pemadaman yang sudah dijadwalkan," kata Rustam. Politikus Golkar tersebut mengatakan, DPRD Bontang terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih cepat.

Baca Juga: Warga Terpaksa Tutup Saluran karena Longsor, DPRD Bontang Janji Kawal Proyek Parit Rp 2 Miliar di Kanaan

Bahkan, persoalan itu telah dibahas bersama jajaran PLN, Ketua DPRD Bontang, hingga Pemerintah Kota Bontang agar masyarakat segera mendapatkan kepastian layanan listrik yang kembali normal. Dari hasil komunikasi tersebut, Rustam mengungkapkan PLN telah menyampaikan komitmennya untuk mempercepat proses perbaikan pada sistem kelistrikan.

Langkah itu diharapkan mampu mengurangi durasi pemadaman yang saat ini masih dirasakan masyarakat di berbagai daerah. "Kami sudah bertemu dengan jajaran PLN. Mereka berjanji mempercepat proses perbaikan sehingga kondisi bisa segera kembali normal," ucapnya.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan informasi resmi yang disampaikan PLN. Jadwal pemadaman, lanjutnya, telah disebarluaskan melalui media massa, media sosial, maupun jaringan komunikasi di lingkungan RT sehingga warga memiliki waktu untuk melakukan persiapan.

Rustam menilai langkah sederhana seperti menyesuaikan aktivitas harian, mengisi daya perangkat elektronik lebih awal, hingga mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan saat pemadaman dapat meminimalkan risiko kerusakan.

Baca Juga: Akses Jalan Ekstrem di Kanaan Bikin Miris DPRD Bontang: Struktur Tanah Liat, Jangan Tunggu Ada Korban!

Pasalnya, belakangan DPRD Bontang menerima cukup banyak keluhan dari masyarakat terkait kekhawatiran terhadap peralatan elektronik yang berpotensi mengalami gangguan akibat listrik padam maupun saat aliran listrik kembali menyala.

"Karena itu saya minta masyarakat mengikuti jadwal yang sudah disampaikan lewat media maupun forum RT. Jangan sampai informasi itu diabaikan karena tujuannya agar masyarakat bisa bersiap," tutur dia. Rustam menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini PLN sedang melaksanakan pekerjaan maintenance secara bersamaan dengan proses overhaul pada sejumlah unit pembangkit. Kondisi tersebut membuat pengaturan pasokan listrik tidak dapat dihindari hingga seluruh pekerjaan rampung.

Ia berharap proses pemeliharaan berjalan sesuai target sehingga pelayanan listrik di Kota Bontang dan wilayah Kalimantan dapat kembali normal dalam waktu dekat. Di sisi lain, Rustam juga meminta PLN terus memberikan informasi secara berkala kepada masyarakat agar tidak muncul spekulasi maupun keresahan akibat pemadaman yang terjadi.

"Yang terpenting sekarang masyarakat mengetahui jadwalnya dan PLN bisa menepati komitmennya untuk mempercepat perbaikan. Dengan begitu dampaknya terhadap aktivitas warga bisa ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#pemadaman bergilir bontang #DPRD Bontang #pln