KALTIMPOST.ID- Tim Bontang Reaksi Cepat (BRC) milik Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRK) Kota Bontang kembali bergerak melakukan perbaikan jalan. Kali ini, penanganan difokuskan di Jalan Letjen S Parman, tepatnya di depan RSUD Bontang, yang menjadi salah satu jalur lalu lintas dengan mobilitas kendaraan cukup tinggi.
Perbaikan dilakukan melalui metode patching atau penambalan pada sejumlah titik aspal yang mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari.
Keberadaan RSUD Bontang sebagai rumah sakit rujukan membuat ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan. Selain dilalui masyarakat umum, akses tersebut juga digunakan kendaraan ambulans yang membutuhkan kelancaran perjalanan dalam kondisi darurat.
Kepala Dinas PUPRK Kota Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan pembentukan Tim BRC memang ditujukan untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai kerusakan infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera.
"Jalan yang berlubang harus segera ditangani agar tidak membahayakan masyarakat. Apalagi lokasinya berada di depan RSUD yang setiap hari dilalui ambulans, pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum," kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Menurutnya, perbaikan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengembalikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sembari menunggu penanganan yang bersifat lebih menyeluruh apabila diperlukan. Ia menambahkan, Dinas PUPRK terus memantau kondisi jalan di berbagai wilayah Kota Bontang.
Setiap laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan skala prioritas perbaikan. "Kami ingin memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman. Karena itu, tim BRC selalu kami siagakan agar bisa merespons laporan kerusakan jalan dengan cepat," ucapnya.
Selama proses pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan kendaraan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengendara sekaligus memberikan ruang bagi petugas menyelesaikan pekerjaan secara optimal.
Baca Juga: AKPSI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Dana Bagi Hasil Sawit, Daerah Penghasil Minta Porsi Lebih Adil
Melalui inovasi BRC, Dinas PUPRK berharap kerusakan jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dapat segera ditangani tanpa harus menunggu kerusakan semakin parah. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Bontang dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara Bowo menjelaskan untuk tahun ini anggaran dari pemerintah pusat untuk jalan nasional tidak ada. Satu-satunya proyek melalui dana alokasi khusus (DAK) hanya semenisasi Jalan Dewi Sartika. "Akses Letjen S Parman (depan RSUD Taman Husada) ini statusnya jalan nasional. Kami sudah mengajukan tetapi belum masuk tahun ini perbaikannya," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki