KALTIMPOST.ID, BONTANG - Upaya mengurangi potensi banjir terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK).
Senin (13/7), tim Pasukan Bersih Sungai (Panbers) kembali menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Bontang. Tepatnya di samping Kantor PMI Bontang, Kelurahan Gunung Elai.
Kegiatan difokuskan pada pengerukan endapan sedimen yang selama ini mengurangi kapasitas aliran sungai. Pekerjaan dilakukan menggunakan excavator long arm yang mampu menjangkau dasar sungai sehingga proses pengangkatan lumpur dan material sedimentasi dapat dilakukan lebih efektif.
Baca Juga: RDMP Balikpapan Dongkrak Impor Minyak Mentah, Namun Belum Mampu Selamatkan Impor Kaltim
Material hasil pengerukan selanjutnya diangkut menggunakan dump truck menuju lokasi pembuangan yang telah ditetapkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin yang dilakukan DPUPRK untuk memastikan fungsi sungai tetap optimal, terutama menjelang maupun saat musim hujan.
Kepala DPUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo yang akrab disapa Bowo mengatakan, normalisasi sungai merupakan agenda berkelanjutan yang dijalankan melalui program Panbers.
Menurutnya, sedimentasi yang terus menumpuk dapat mempersempit penampang sungai sehingga kapasitas tampung air berkurang dan meningkatkan risiko banjir.
"Pemeliharaan sungai tidak bisa dilakukan hanya sekali. Sedimen akan terus terbawa arus sehingga harus dibersihkan secara berkala agar kapasitas aliran tetap terjaga," katanya.
Baca Juga: Sambungan Air Ilegal Marak di Samarinda, Perumda Tirta Kencana Terapkan Sanksi Hingga Belasan Juta
Bowo menjelaskan, Sungai Bontang menjadi salah satu titik yang membutuhkan penanganan karena terjadi pendangkalan di beberapa bagian. Jika tidak segera dikeruk, aliran air berpotensi terhambat saat debit meningkat akibat curah hujan tinggi.
Ia menambahkan, kegiatan Panbers tidak hanya berfokus pada pengerukan sedimen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan infrastruktur sumber daya air di Kota Bontang.
Dengan kapasitas sungai yang tetap terpelihara, risiko genangan di kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan.
"Kami terus memetakan lokasi-lokasi yang memerlukan penanganan sehingga pemeliharaan bisa dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan di lapangan. Tujuannya agar fungsi sungai sebagai saluran utama drainase tetap berjalan dengan baik," ucapnya.
Selain mengandalkan pemeliharaan rutin, Dinas PUPRK juga mengharapkan dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Sampah yang dibuang ke aliran air dinilai menjadi salah satu penyebab penyumbatan sekaligus mempercepat terjadinya pendangkalan.
Bowo mengingatkan bahwa keberhasilan program normalisasi tidak hanya bergantung pada pekerjaan pemerintah, tetapi juga dipengaruhi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Baca Juga: Jawab Kritikan DPRD, Wawali Balikpapan Beberkan Rencana Atasi Krisis Air dan Banjir DAS Ampal
"Kami mengajak seluruh warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Jika sungai tetap bersih, aliran air akan lebih lancar dan manfaat dari kegiatan normalisasi bisa dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo