KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyatakan program bantuan seragam gratis untuk pelajar tetap berjalan di tahun ini. Bahkan proses pembuatan seragam masih terus dikebut oleh penjahit lokal.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan, rencana distribusi akan dilakukan bertahap. Namun tahap awal distribusi akan menyasar kelas 1 SD dan SMP. "Sudah distribusi secara bertahap. Siapa yang sudah selesai silahkan setor sekolahnya masing-masing," kata Saparuddin, Senin (13/7/2026).
Namun proses menjahit yang dikebut awal menyasar pelajar di sekolah negeri. Adapun untuk siswa baru di sekolah swasta mulai hari ini masih dalam pengukuran. "Masih diukur untuk sekolah swasta mulai hari ini. Semoga cepat selesai jahitan," ucapnya.
Disdikbud Bontang pun menggandeng 600 penjahit lokal dalam merampungkan program bantuan seragam sekolah gratis ini. Proses pengukuran pelajar di sekolah negeri berlangsung lebih cepat. Pasca proses SPMB yang berakhir pada pertengahan bulan lalu.
Total anggaran untuk pengadaan seragam sekolah gratis ini senilai Rp11 miliar. Melalui APBD Bontang 2026. Total pengadaan mencapai sekitar 29.820 stel seragam, terdiri dari 19.970 stel untuk siswa SD dan 9.850 stel untuk siswa SMP.
"Untuk penyerahan secara simbolis oleh kepala daerah nanti tetap ada. Tetapi menunggu tas, sepatu, dan buku tulis datang," tutur dia.
Baca Juga: Dokter Asal Paser Sabet Tiga Gelar di Kejurnas Tenis Medis, Lolos ke World Medical Tennis Society
Pada kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Bontang untuk siswa baru masih memakai atribut sekolah jenjang sebelumnya. Namun beberapa pengamatan di sekolah swasta, orangtua sudah membeli atau meminjam seragam sekolah untuk dipakai dalam kegiatan tersebut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo