Guru Pengganti Keluhkan Penempatan, Tak Jadi Mengajar karena Dana BOS Pusat Tak Tersedia

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:46 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BONTANG- Harapan puluhan peserta yang lolos seleksi guru pengganti untuk segera mengajar di sekolah negeri belum sepenuhnya berjalan mulus. Salah seorang guru pengganti yang dinyatakan lolos seleksi mengaku hingga kini belum memperoleh kepastian mengajar setelah mengetahui sekolah penempatannya tidak memiliki dukungan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat untuk membayar honor guru.

Guru yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengaku sebelumnya telah mengajar selama dua tahun di salah satu sekolah swasta di Kota Bontang. Ia memilih mengundurkan diri atas keinginan sendiri setelah mengikuti proses seleksi guru pengganti dengan harapan memperoleh penempatan di sekolah negeri.

Menurut dia, informasi mengenai penempatan pertama kali diterimanya setelah dihubungi oleh seorang pejabat sekolah terkait penugasan di salah satu SD negeri. Tak lama kemudian, surat penempatan juga mulai beredar dan secara resmi diterima pada pekan lalu.

"Awalnya saya dihubungi dan diinformasikan ditempatkan di SD negeri. Setelah itu surat penempatannya juga sudah keluar," katanya kepada Kaltim Post, Selasa (21/7).

Namun, setelah menerima informasi lebih lanjut, ia mengetahui sekolah tersebut tidak memiliki dana BOS pusat yang dapat digunakan untuk membayar honor guru pengganti.

Kondisi itu membuatnya memilih tidak mengambil penugasan tersebut. Sebab, ia tidak ingin bekerja tanpa adanya kepastian memperoleh gaji.

"Saya tidak mau kalau mengajar tetapi tidak digaji. Informasi soal tidak adanya dana BOS pusat itu juga tidak dijelaskan sejak awal proses penempatan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dirinya kembali ditawari untuk mengajar di salah satu sekolah lain pada Mei tahun depan. Namun, waktu penempatan yang masih cukup lama membuatnya harus mencari pekerjaan lain agar tetap memiliki penghasilan.

Saat ini, ia berencana kembali melamar sebagai guru di sekolah swasta sembari menunggu kepastian penempatan berikutnya.

"Sekarang saya belum punya pendapatan sama sekali. Karena itu saya berencana melamar lagi ke sekolah swasta," tutur dia.

Sebelumnya, selama mengajar di sekolah swasta, ia menerima penghasilan sekitar Rp2,2 juta per bulan. Pendapatan tersebut diperoleh dengan memenuhi beban mengajar 24 jam pelajaran ditambah kegiatan ekstrakurikuler.

Sementara itu, saat sosialisasi awal yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, para peserta mendapat informasi bahwa guru pengganti berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp4 juta per bulan. Status mereka nantinya tetap sebagai tenaga honorer dan tidak otomatis diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Ia juga mengaku sempat melihat informasi di grup komunikasi peserta bahwa namanya diminta segera melakukan konfirmasi kepada sekolah tujuan. Penempatan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan guru akibat adanya guru yang memasuki masa pensiun di satuan pendidikan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat 66 guru pengganti yang telah menerima surat penempatan. Sebagian di antaranya sudah mulai mengajar di sekolah masing-masing, sementara dirinya masih belum dapat bertugas karena terkendala kepastian pembiayaan honor di sekolah yang dituju. (*)

Editor : Ismet Rifani
tak ada BOS guru pengganti tak digaji honor guru di Bontang disdikbud bontang