BONTANG – Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang akan melakukan pekerjaan interkoneksi jaringan pipa pada Sabtu-Minggu (25–26/7). Pekerjaan ini menjadi bagian dari persiapan pengoperasian pasokan air baku dari SPAM Regional eks Void Tambang Indominco yang dijadwalkan memasuki tahap uji coba pada Agustus mendatang.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang Suramin menjelaskan, pekerjaan tersebut bukan sekadar perbaikan jaringan, melainkan menghubungkan sistem distribusi lama dengan jaringan baru. Dengan demikian, saat proses commissioning dimulai, suplai air dari eks Void Indominco dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan.
"Ini merupakan interkoneksi antara jaringan lama dengan jaringan baru dari Indominco ke jaringan eksisting PDAM. Jadi, ketika air dari Indominco mulai diuji coba pada Agustus nanti, sistem kami sudah siap menerima dan mendistribusikannya," ujar Suramin, Jumat (24/7).
Baca Juga: Perpres Tetapkan LGBTQ Ancaman Nonmiliter, Pemkot Balikpapan Siapkan Antisipasi
Pekerjaan dipusatkan di Jalan Brigjen Katamso, tepat di depan Kantor Perumda Air Minum Tirta Taman. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik utama jaringan distribusi berdiameter besar yang melayani sejumlah kawasan di Kota Bontang.
Suramin mengatakan, persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Tim teknis lebih dahulu melakukan penggalian lokasi serta berkoordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari pengelola jaringan gas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Dinas Perhubungan. Langkah itu dilakukan agar pekerjaan berlangsung aman dan tidak mengganggu utilitas bawah tanah lainnya.
"Persiapan sudah kami lakukan sekitar empat hari lalu. Kami ingin meminimalkan durasi gangguan, sehingga saat jaringan dimatikan pekerjaan bisa langsung dilakukan," katanya.
Selama proses interkoneksi berlangsung, distribusi air diperkirakan mengalami penurunan tekanan di sejumlah wilayah. Namun, Perumda memastikan pasokan air tidak akan terhenti sepenuhnya karena masih disuplai dari instalasi lain, seperti KS Tubun, Loktuan, dan Tanjung Laut.
Meski demikian, pelanggan yang berada di ujung jaringan berpotensi mengalami gangguan lebih besar, bahkan air tidak mengalir untuk sementara waktu.
"Kemungkinan terburuk memang ada beberapa titik yang airnya tidak mengalir, terutama di ujung jaringan. Namun, tidak terjadi penghentian total karena masih ada suplai dari sistem distribusi lainnya," jelas Suramin.
Pekerjaan dilakukan pada pipa utama berdiameter 16 inci yang akan dihubungkan dengan jaringan baru berdiameter 14 inci. Perumda menargetkan seluruh proses selesai dalam waktu sekitar satu hari, meski tetap mengantisipasi kemungkinan kendala teknis, seperti keberadaan pipa gas atau utilitas bawah tanah lainnya.
"Kami juga menyiapkan waktu cadangan apabila ada hambatan di lapangan. Mudah-mudahan maksimal satu hari pekerjaan sudah selesai," ujarnya.
Perumda Tirta Taman mengimbau pelanggan di wilayah terdampak segera menyiapkan cadangan air sebelum pekerjaan dimulai.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Jalan Brigjen Katamso, Jalan S. Parman, Jalan Balikpapan, Jalan MT Haryono, Jalan MH Thamrin, Jalan Awang Long, Jalan Mulawarman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan R. Soeprapto, Jalan Suryanata, Jalan DI Panjaitan, Jalan KP Tendean, Jalan KS Tubun, Jalan Pattimura, Perum BTN KCY, Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya, Jalan Imam Bonjol, Jalan HM Ardhan, Jalan Tomat, Jalan Brokoli, Jalan Durian, Selat Bone, Selat Selayar, serta Jalan Ir. H. Juanda dan sekitarnya.
Sementara itu, kawasan Loktuan, Guntung, Loktuan Selambai, dan Berbas Selatan dipastikan tidak terdampak langsung. Adapun Berbas Tengah dan Tanjung Limau berpotensi mengalami penurunan tekanan air selama pekerjaan berlangsung.
Suramin menegaskan, interkoneksi ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Bontang.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ketika pasokan air dari Void Tambang Indominco mulai dimanfaatkan, sistem distribusi kami sudah siap sehingga pelanggan dapat segera merasakan tambahan suplai air," pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi