KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang diperpanjang hingga Oktober 2026. Perpanjangan masa pekerjaan dilakukan setelah adanya penambahan sekitar 1.000 sambungan rumah (SR) melalui mekanisme adendum kontrak.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekretariat Kota Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, target penyelesaian proyek bergeser dari jadwal sebelumnya karena kontraktor harus menyelesaikan tambahan pekerjaan tersebut.
"Karena ada adendum dengan tambahan sekitar 1.000 sambungan rumah, masa kontraknya diperpanjang hingga Oktober," ujar Arif, Jumat (24/7).
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan proyek selesai sesuai kontrak pada Oktober mendatang. Setelah pekerjaan fisik rampung, jaringan gas diharapkan sudah dapat dioperasikan untuk melayani masyarakat.
"Yang jelas kontraknya selesai pada Oktober. Harapan kami saat itu jargas sudah bisa beroperasi. Setelahnya masih ada tahapan administrasi, seperti serah terima pekerjaan dan proses teknis lainnya," katanya.
Berdasarkan data Pemkot Bontang, total sambungan rumah dalam proyek Jargas 2026 mencapai 11.553 SR. Seluruh pembangunan jaringan dan pemasangan sambungan dilakukan tanpa dipungut biaya kepada masyarakat.
Arif mengakui pelaksanaan proyek sempat memunculkan keluhan warga, terutama terkait sejumlah titik galian yang belum ditutup. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang harus dilalui sebelum proses pemulihan dilakukan.
Ia menjelaskan, pembangunan jargas meliputi beberapa tahapan, mulai dari pemasangan pipa induk, jaringan sambungan rumah, pengujian tekanan, commissioning, hingga penyambungan ke kompor pelanggan.
Selain itu, volume pekerjaan yang dikerjakan di lapangan ternyata lebih besar dibandingkan perencanaan awal. Kondisi tersebut turut memengaruhi durasi pelaksanaan proyek.
"Teman-teman di lapangan menyampaikan panjang jaringan yang dikerjakan jauh lebih besar dari perencanaan awal. Itu juga menjadi salah satu alasan adanya penyesuaian pekerjaan," jelasnya.
Pemkot Bontang mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan menjaga keamanan selama proses pembangunan berlangsung. Pasalnya, beberapa titik masih harus dibuka kembali untuk keperluan pengujian kebocoran maupun penyambungan jaringan.
Masyarakat juga diminta tidak mempercayai pihak yang mengatasnamakan program jargas dengan meminta biaya pemasangan. Arif menegaskan seluruh proses pembangunan dan pemasangan sambungan rumah dalam program ini diberikan secara gratis kepada warga yang memenuhi persyaratan. (*)
Editor : Ery Supriyadi