KALTIMPOST.ID, BONTANG - Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Bontang mulai dipercepat. Pemkot Bontang memilih menggandeng sejumlah perusahaan untuk melakukan pemerataan lahan seluas sekitar delapan hektare lantaran tidak memiliki anggaran khusus untuk pekerjaan awal tersebut.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, keterlibatan perusahaan menjadi solusi agar proses pembangunan tidak terhambat. Sejumlah perusahaan besar telah menyatakan kesiapan membantu pekerjaan land clearing dan pemerataan lahan sebelum proyek fisik dari pemerintah pusat dimulai.
"Kami minta bantuan perusahaan karena anggarannya memang tidak ada. Yang penting lahannya cepat siap sehingga tahapan berikutnya bisa langsung berjalan," kata AH.
Baca Juga: DPRD Bontang Bidik Kabel Semrawut, RTRW Baru Diminta Atur Jalur Utilitas hingga 20 Tahun
Menurutnya, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Indominco Mandiri, dan PT PAMA Persada telah merespons positif permintaan tersebut. Bahkan, Indominco dan PAMA sudah turun langsung meninjau lokasi untuk menghitung kebutuhan pekerjaan pemerataan lahan.
Ia menjelaskan, kunjungan perusahaan ke lokasi beberapa waktu lalu dilakukan secara mendadak. Dalam peninjauan itu, perusahaan melihat langsung kondisi medan yang masih membutuhkan pekerjaan cut and fill sebelum siap dibangun.
"Indominco dan PAMA sudah melihat langsung berapa luas pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka menghitung kemampuan bantuan yang bisa diberikan," ucapnya.
AH menuturkan, Pemkot akan segera menggelar rapat bersama seluruh perusahaan yang berpotensi terlibat. Pertemuan itu untuk membagi peran masing-masing agar pekerjaan dapat dimulai dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rekomendasi DPP PDI Perjuangan Turun, Joni Alla' Padang Dipilih Duduki Unsur Pimpinan DPRD Bontang
"Besok atau paling lambat lusa kami kumpulkan semua perusahaan. Setelah itu kami harapkan dua sampai tiga hari sudah bisa mulai bergerak," tutur dia.
Ia mengakui, proses land clearing yang dilakukan sebelumnya baru sebatas membersihkan rumput dan semak belukar. Sementara pekerjaan utama berupa pemerataan kontur lahan masih belum dimulai.
"Yang kemarin itu baru membersihkan rumput-rumput besar. Untuk mendorong dan meratakan kontur lahannya belum dikerjakan," terangnya.
Di sisi lain, kepastian pembangunan Sekolah Rakyat semakin menguat setelah terbitnya keputusan Menteri Sosial yang menetapkan Bontang sebagai salah satu lokasi pembangunan program tersebut. Dokumen itu menjadi dasar bagi Kementerian Pekerjaan Umum untuk melanjutkan tahapan konstruksi.
Dengan perkembangan tersebut, Pemkot Bontang menargetkan seluruh pekerjaan awal dapat dipercepat agar pembangunan fisik dari pemerintah pusat tidak mengalami keterlambatan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo