BONTANG- Penanganan drainase Jalan Zamrut belum bisa dilakukan sekaligus tahun ini. Dari panjang jalan yang mencapai sekitar 700 meter, pekerjaan yang berjalan saat ini baru menyentuh 100 meter. Keterbatasan anggaran membuat proyek hanya difokuskan pada pembangunan saluran air dan pelebaran bahu jalan, tanpa pengaspalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, pekerjaan drainase tersebut sejauh ini berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal yang ditetapkan.
Memasuki pekan keempat pelaksanaan, progres fisik proyek telah mencapai 9,022 persen. Realisasi tersebut mencatat surplus 2,139 persen dari target yang direncanakan. “Progres sampai minggu keempat 9,022 persen. Surplus 2,139 persen,” kata Bowo.
Pada tahap pertama ini, penanganan dilakukan sepanjang 100 meter. Pekerjaan menyasar sisi kanan dan kiri Jalan Zamrut. Selain membangun drainase, kontraktor juga mengerjakan pelebaran bahu jalan di ruas tersebut.
Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk pekerjaan tahun ini. Dengan pagu yang tersedia, penanganan belum dapat menjangkau keseluruhan ruas Jalan Zamrut yang panjangnya mencapai sekitar 700 meter.
Bowo menjelaskan, lingkup pekerjaan memang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Karena itu, paket pekerjaan tahun ini tidak memasukkan pengaspalan sebagai salah satu item pekerjaan.
“Tidak ada item pengaspalan. Hanya pekerjaan drainase dan pelebaran bahu jalan,” ucapnya.
Artinya, anggaran yang tersedia saat ini diprioritaskan untuk membenahi sistem pembuangan air sekaligus memperlebar bahu jalan. Pekerjaan tersebut diharapkan menjadi tahap awal penanganan Jalan Zamrut secara bertahap.
Meski baru 100 meter yang ditangani tahun ini, proyek tersebut tidak direncanakan berhenti di tahap pertama. Dinas PUPRK Bontang telah mengusulkan kelanjutan pembangunan pada tahun anggaran 2027.
Nilai anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Jika usulan tersebut disetujui, pekerjaan lanjutan ditargetkan dapat menuntaskan penanganan hingga ujung ruas Jalan Zamrut.
“Sudah diusulkan untuk lanjutannya tahun depan. Rp2,2 miliar, selesai sampai ujung,” tutur dia.
Besaran usulan tersebut memang tidak terpaut terlalu jauh dibandingkan anggaran tahap pertama yang mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Padahal, pekerjaan tahun ini hanya sepanjang 100 meter, sementara masih terdapat ratusan meter ruas yang perlu ditangani.
Namun, Bowo menegaskan perhitungan kebutuhan anggaran tidak bisa hanya dibandingkan berdasarkan panjang ruas. Sebab, komponen pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pembangunan drainase dan pelebaran bahu jalan. “Kan drainase dan pelebaran bahu jalan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani