Update Kasus MBG SMP YPVDP Bontang: 36 Orang Mengeluh Mual Muntah, Dilarikan ke RS LNG

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:19 WIB
Ilustrasi foto. Sebanyak 36 warga SMP YPVDP Bontang yang terdiri dari 34 siswa dan dua guru dilaporkan mengalami pusing, mual, hingga muntah usai menyantap menu nasi gurih dan ayam suwir program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026).
Ilustrasi foto. Sebanyak 36 warga SMP YPVDP Bontang yang terdiri dari 34 siswa dan dua guru dilaporkan mengalami pusing, mual, hingga muntah usai menyantap menu nasi gurih dan ayam suwir program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026).

KALTIMPOST.ID- Dugaan gangguan kesehatan kembali muncul setelah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang. Sebanyak 36 orang di SMP YPVDP Bontang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan Senin (10/8/2026).

Kepala SMP YPVDP Bontang Moh Solikhin mengatakan, sebagian siswa yang mengalami keluhan cukup berat langsung mendapat penanganan di Rumah Sakit LNG. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar kondisi siswa dapat segera dipantau tenaga medis.

“Kalau yang mual dan muntahnya cukup parah, langsung kami larikan ke Rumah Sakit LNG,” kata Solikhin. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 21 laporan dari guru yang berkaitan dengan kondisi siswa di rumah sakit. Selain itu, lima siswa diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah setelah mendapat penanganan.

Baca Juga: Program MBG Kembali Bermasalah di Bontang! Siswa SMP YPVDP Mengaku Mual dan Dipulangkan

Sementara itu, sejumlah siswa lainnya masih dalam pemantauan. Solikhin menyebut terdapat 11 siswa yang mengalami mual dan tetap mendapat observasi dari tenaga kesehatan Rumah Sakit LNG. Dua guru juga turut dilaporkan mengalami keluhan.

“Untuk yang masih diobservasi, ada 11 orang. Kemudian ada juga dua guru yang mengalami keluhan,” ucapnya. Dengan demikian, total sementara warga sekolah yang mengalami keluhan mencapai 36 orang. Keluhan yang dirasakan mayoritas berupa mual, muntah, dan pusing. Kondisi tersebut muncul setelah siswa mengonsumsi makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

Untuk diketahui, makanan yang dikonsumsi siswa pada hari tersebut berasal dari dapur SPPG Bontang Selatan 05. Menu yang dibagikan terdiri atas nasi gurih, tahu, ayam suwir, sayur berbahan wortel, serta buah jeruk.

Solikhin mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian serius pihak sekolah. Terlebih, keluhan serupa baru pertama kali terjadi di lingkungan sekolah. “Iya, ini pertama kali terjadi. Sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini,” tutur dia.

Baca Juga: Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap Menu MBG, Siswa SMP YPVDP Masih Jalani Observasi 

Penanganan tidak hanya dilakukan terhadap siswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak sekolah juga memastikan siswa yang tidak dibawa ke rumah sakit tetap mendapatkan pemantauan.

Tenaga kesehatan disiagakan di lingkungan sekolah untuk mengobservasi kondisi siswa yang mengalami keluhan namun belum memerlukan penanganan di rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila kondisi kesehatan mereka memburuk.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi siswa juga mulai dilakukan. Petugas dari Dinas Kesehatan disebut telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat kepolisian juga telah datang ke sekolah dalam rangka penanganan dan pengumpulan informasi terkait kejadian tersebut.

“Dari Polres sudah datang, kemudian dari Dinas Kesehatan juga sudah mengambil sampel,” terangnya.

Baca Juga: Lauk Berbau Menyengat! Puluhan Siswa dan Guru di Bontang Didera Mual Hingga Diare Usai Santap MBG

Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut. Karena itu, kejadian ini belum dapat disimpulkan sebagai keracunan makanan sebelum hasil pemeriksaan medis dan laboratorium keluar.

Siswa yang telah mendapatkan penanganan dan dinyatakan membaik juga mulai diperbolehkan kembali ke rumah. Menurut Solikhin, kepulangan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing siswa dan setelah mendapat penanganan dari tenaga kesehatan. “Kalau sudah ditangani dan kondisinya sudah membaik, ada yang meminta pulang bersama orang tuanya,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
bontang keracunan mbg bontang Makan Bergizi Gratis Mbg