SPPG Bontang Selatan 05 Disetop, Siswa Diminta Bawa Bekal

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:02 WIB
Aktivitas dapur MBG Bontang Selatan 05 terpantau tidak ramai setelah operasional dihentikan sementara akibat dugaan keracunan di YPVDP. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Aktivitas dapur MBG Bontang Selatan 05 terpantau tidak ramai setelah operasional dihentikan sementara akibat dugaan keracunan di YPVDP. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 dihentikan sementara setelah muncul dugaan keracunan makanan pada penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan SD dan SMP Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP).

Penghentian layanan dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Selama operasional belum kembali berjalan, sekolah penerima MBG diminta meminta siswa membawa bekal dari rumah.

Koordinator SPPG Wilayah Bontang Selatan, Aldila Huud, mengatakan keputusan penghentian sementara tersebut telah disampaikan kepada sekolah-sekolah penerima MBG.

Baca Juga: Hanya Rp400 Ribu per Bulan, AI NAVARA PUPR PPU Tembus 800 Interaksi

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN) ketika terjadi dugaan kejadian luar biasa terkait makanan.

“Ketika ada kejadian seperti ini, kami mengikuti SOP dari Badan Gizi Nasional. Laporan tertulis sudah disampaikan dan untuk sementara operasional kami stop mulai Selasa (11/8/2026),” kata Aldila, Senin (10/8/2026).

Menunggu Hasil Pemeriksaan

Belum ada kepastian kapan dapur SPPG Bontang Selatan 05 akan kembali beroperasi. Keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

Penghentian sementara tidak hanya berdampak pada distribusi MBG. Aktivitas para pekerja di dapur SPPG juga ikut terhenti.

“Untuk sementara karyawan tidak bekerja dulu. Jadi seperti libur,” ujarnya.

Selama operasional dihentikan, para pekerja juga tidak memperoleh pendapatan. Aldila menyebut keputusan untuk membuka kembali dapur nantinya menjadi kewenangan BGN setelah seluruh hasil pemeriksaan dan evaluasi diterima.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas! 742 Hektare Lahan Terbakar, Api Mendekati Permukiman Warga

Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kesalahan atau kelalaian dari pengelola SPPG, tindakan administratif dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau dari hasil evaluasi memang ada kesalahan atau kelalaian SPPG, nanti ada surat teguran dan langkah lainnya. Sekarang kami masih menunggu hasilnya,” tuturnya.

Siswa Diminta Bawa Bekal

Penghentian operasional SPPG Bontang Selatan 05 telah diinformasikan kepada sekolah penerima MBG sejak Senin sore. Surat pemberitahuan juga disiapkan sebagai dasar penghentian sementara distribusi makanan.

Dengan kondisi tersebut, siswa diminta membawa bekal sendiri selama layanan MBG belum kembali berjalan.

“Sudah dibuatkan surat untuk stop operasional. Sementara anak-anak kembali membawa bekal sambil menunggu hasil dari Dinkes,” ungkap Aldila.

Penghentian sementara dilakukan karena penerima manfaat MBG dari SPPG Bontang Selatan 05 tidak hanya berasal dari satu sekolah.

Berdasarkan data yang disampaikan Aldila, layanan SPPG tersebut mencakup sekitar 10 hingga 11 sekolah serta Posyandu.

Namun, hingga informasi terakhir diterima, keluhan kesehatan baru dilaporkan dari lingkungan sekolah YPVDP. Sekolah dan Posyandu lainnya belum melaporkan kejadian serupa.

Aldila mengatakan BGN telah menegaskan bahwa ketika terjadi dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG, tanggung jawab penanganan tetap berada pada SPPG sambil menunggu hasil investigasi.

“Kami tidak mau mengambil kesimpulan sendiri. Kita tunggu hasil pemeriksaannya supaya jelas penyebabnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
MBG Bontang SPPG Bontang Selatan 05 dugaan keracunan MBG YPVDP Bontang badan gizi nasional