SPPG Bontang Selatan 05 Setop Operasional, 2.673 Penerima Terdampak

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Operasional dapur SPPG Bontang Selatan 05 masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium pasca ada dugaan keracunan makanan.
Operasional dapur SPPG Bontang Selatan 05 masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium pasca ada dugaan keracunan makanan.

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 berdampak pada 2.673 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berasal dari 11 sekolah, empat Posyandu, dan satu TPA.

Koordinator SPPG Wilayah Bontang Selatan, Aldila Huud, mengatakan penghentian dilakukan setelah muncul dugaan keracunan makanan pada penerima MBG di lingkungan YPVDP. Langkah tersebut diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh Dinas Kesehatan.

“Ketika ada kejadian seperti ini, kami mengikuti SOP dari Badan Gizi. Laporan tertulis sudah disampaikan dan untuk sementara operasional kami stop,” kata Aldila, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Gempa M7,4 Guncang Kolombia: 132 Orang Tewas, 86 Bangunan Runtuh

Adapun penerima layanan SPPG Bontang Selatan 05 terdiri atas KB dan TK Al-Kautsar, KB dan TK GO PKB, KB dan TK ABA 8, KB EFATA, SD YPVDP Vidatra, SDN 011 Bontang Selatan, SD Aisyiyah, SD Advent, SMP Advent, SMP YPVDP Vidatra, SMA YPVDP Vidatra, Posyandu Tunas Muda, Posyandu Semoga Jaya, Posyandu Juwita 1, Posyandu Juwita 2, serta TPA Famus Kids.

Aldila mengatakan pemberitahuan penghentian operasional telah disampaikan kepada seluruh penerima layanan. Selama distribusi dihentikan, siswa diminta kembali membawa bekal dari rumah.

“Sudah dibuatkan surat untuk stop operasional. Sementara anak-anak kembali membawa bekal sambil menunggu hasil dari Dinkes,” ujarnya.

Belum diketahui kapan operasional akan kembali berjalan. SPPG masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil petugas kesehatan.

Aldila menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Sebab, laporan keluhan sejauh ini hanya muncul dari lingkungan YPVDP.

“Daripada kita saling menduga atau punya pikiran yang lain, kami menunggu hasil dari lab,” tuturnya.

Baca Juga: Syahwat Politik Dibalik Isu PPHN

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kesalahan atau kelalaian dalam pengelolaan SPPG, evaluasi dan tindakan administratif akan dilakukan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). (*)

Editor : Ery Supriyadi
MBG Bontang SPPG Bontang Selatan 05 Makan Bergizi Gratis Bontang Selatan keracunan mbg