Tiga Siswa Pusing Dipastikan Bukan karena MBG, Kepala Diskes Minta Jangan Selalu Dikaitkan

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:52 WIB
FAKTOR LAIN: Penyebab keluhan pusing dari tiga pelajar SD 009 Bontang Utara sudah dipastikan oleh Dinas Kesehatan Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

 
FAKTOR LAIN: Penyebab keluhan pusing dari tiga pelajar SD 009 Bontang Utara sudah dipastikan oleh Dinas Kesehatan Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang turun tangan menelusuri kabar tiga siswa SD Negeri 009 Bontang Utara yang disebut mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hasil penelusuran di lapangan justru menunjukkan kondisi siswa dalam keadaan baik dan tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada keracunan makanan.

Kepala Diskes Bontang drg Toetoek Priobadi Ekowati mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan setelah menerima informasi mengenai siswa yang disebut mengalami keluhan tersebut.

Baca Juga: APBD Perubahan Bontang Naik Rp 26,38 Miliar, PAD Justru Turun

Tim kemudian mendatangi rumah siswa dan berkomunikasi langsung dengan orang tua untuk mengetahui kondisi terbaru setelah sebelumnya siswa disebut dibawa mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

“Begitu ada laporan, kami turun untuk memantau perkembangannya. Saat ditanyakan kepada orang tuanya, anaknya sudah main bola,” kata Toetoek saat menghadiri rapat paripurna, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran Hebat Melanda Muara Bengkal Kutim Dini Hari, 14 Rumah Ludes

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar Dinkes untuk tidak terburu-buru mengaitkan keluhan siswa dengan makanan MBG. Sebab, dari hasil penelusuran, siswa yang disebut mengalami keluhan sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Toetoek menjelaskan, tim juga menelusuri kondisi dua siswa lainnya yang disebut berkaitan dengan kejadian tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, salah satu anak mengaku merasa mual setelah melihat temannya muntah.

Baca Juga: Digugat Rp 8,97 Miliar, Dinas PUPRK Bontang Pastikan Tak Ganggu Proyek Polder Tanjung Laut

Sementara siswa lainnya disebut mengalami muntah setelah melakukan aktivitas olahraga. “Ketika kami tanya, anaknya mengatakan habis olahraga. Temannya yang merasa mual juga mengaku karena melihat temannya muntah,” ucapnya.

Menurut Toetoek, informasi tersebut penting untuk melihat kejadian secara menyeluruh. Sebab, seluruh siswa yang berada di sekolah tersebut diketahui mengonsumsi makanan MBG, sementara keluhan yang dilaporkan tidak dialami secara bersama-sama oleh banyak siswa.

Diskes juga tidak menerima laporan mengenai makanan MBG yang diduga basi atau mengalami kerusakan. Informasi tersebut sebelumnya sempat beredar di tengah masyarakat, sehingga pihaknya melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya. “Tidak ada informasi mengenai sayurnya basi yang masuk ke kami,” tegas Toetoek.

Baca Juga: Pelabuhan Kudungga Bidik Jalur ke Sulawesi, Ini Rute yang Diusulkan untuk Pelayaran Perdana

Ia mengatakan pemeriksaan terhadap siswa telah dilakukan di puskesmas sebagai tindak lanjut laporan. Setelah itu, tim Diskes kembali melakukan pemantauan dengan mendatangi rumah siswa untuk memastikan perkembangan kondisinya.

Hasil pemantauan menunjukkan anak sudah kembali beraktivitas dan bermain. Tidak ditemukan kondisi yang menunjukkan adanya gangguan kesehatan serius setelah kejadian tersebut.

Toetoek mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan setiap keluhan kesehatan siswa sebagai dampak MBG. Menurutnya, dugaan keracunan makanan perlu dilihat berdasarkan pola kejadian dan pemeriksaan yang memadai.

“Jangan setiap kali anak muntah langsung dikaitkan dengan MBG. Kita harus lebih arif melihat penyebabnya,” tutur dia.

Baca Juga: Pria di Kutim Gasak Rokok Senilai Rp 10 Juta dari Toko dan Akhirnya Dibekuk Polisi di Rumah Kost

Ia menilai kewaspadaan tetap diperlukan apabila muncul keluhan serupa dalam jumlah banyak dan terjadi pada waktu yang berdekatan. Kondisi seperti itu, kata dia, berbeda dengan kasus yang hanya dialami satu anak.

“Kalau beberapa anak mengalami kondisi yang sama, tentu perlu kita waspadai. Tetapi kalau hanya satu anak, kita harus mencari penyebabnya secara lebih tepat,” terangnya.

Dinkes Bontang pun meminta masyarakat tidak memperluas informasi yang belum terverifikasi. Penelusuran lapangan diperlukan agar kejadian yang berkaitan dengan kesehatan siswa tidak berkembang menjadi isu yang menimbulkan kekhawatiran, khususnya terkait pelaksanaan program MBG di Kota Bontang.

Toetoek memastikan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap laporan yang masuk. Setiap informasi mengenai kondisi kesehatan penerima MBG akan ditindaklanjuti untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kepala SPPG 01 Bontang Utara Rufaidah Safira juga memberikan klarifikasi terkait kabar tiga siswa SDN 009 Bontang Utara tersebut. Ia menyebut pihak sekolah tidak melaporkan kejadian itu sebagai dugaan masalah akibat MBG karena berdasarkan keterangan guru, siswa sempat bermain dan berlari-lari setelah makan di tengah kondisi cuaca panas.

Rufaidah mengatakan siswa yang sempat dibawa ke puskesmas telah kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. SPPG Bontang Utara 01 juga memastikan distribusi MBG kepada penerima manfaat lainnya tetap berjalan dan tidak menerima laporan serupa. (*)

Editor : Sukri Sikki
Diskes Bontang Bontang Utara siswa Makan Bergizi Gratis atau MBG