Kemarau Tekan Pasokan Air Baku! Warga Bontang Barat Bersiap Hadapi Pengaliran Air Bergilir

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:56 WIB
MINTA HUJAN: Perumda Tirta Taman bersama Masyarakat menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan beberapa hari lalu di kawasan Bedung Sungai Bontang. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
MINTA HUJAN: Perumda Tirta Taman bersama Masyarakat menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan beberapa hari lalu di kawasan Bedung Sungai Bontang. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air baku di Kecamatan Bontang Barat. Perumda Tirta Taman Bontang bersiap menerapkan sistem distribusi air secara bergilir untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat jika penurunan debit sumber air terus terjadi.

Manager Administrasi Umum Perumda Tirta Taman Bontang, Dadi Gunawan, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap kondisi kemarau yang masih berlangsung. Perumda tidak ingin menunggu sampai pasokan air semakin kritis sebelum melakukan pengaturan distribusi.

“Bukan krisis, tetapi kita mengantisipasi lebih awal. Memang kemarau yang sedang berlangsung menyebabkan penurunan,” kata Dadi. Menurut dia, penurunan paling terasa terjadi pada sumber air baku yang melayani wilayah Bontang Barat. Sebagian kebutuhan pelanggan di kawasan tersebut masih mengandalkan air permukaan yang bersumber dari Bendung Sungai Bontang.

Baca Juga: Belanja Modal Bontang Dipangkas Rp92 Miliar, Sejumlah Proyek Ditunda  

Dalam kondisi normal, sumber air tersebut mampu menghasilkan sekitar 50 liter per detik. Namun, akibat kemarau, debitnya kini turun menjadi sekitar 20 hingga 30 liter per detik. “Kurang lebih penurunannya 30 persen,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Perumda Tirta Taman harus menyiapkan skema distribusi agar pelayanan air bersih tetap berjalan. Jadwal pengaliran akan disusun dengan mempertimbangkan kondisi sumber air dan kebutuhan pelanggan.

Dadi belum dapat memastikan apakah penurunan debit akan terus terjadi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Karena itu, masyarakat Bontang Barat diminta mulai menghemat penggunaan air dan memanfaatkannya secara bijak.

Baca Juga: Tiga Siswa Pusing Dipastikan Bukan karena MBG, Kepala Diskes Minta Jangan Selalu Dikaitkan

“Kita belum bisa memastikan. Makanya kita melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menghemat air dan secara bijak memanfaatkan air,” ucapnya. Upaya lain juga dilakukan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau. Perumda Tirta Taman bersama masyarakat sebelumnya melaksanakan salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan beberapa hari lalu di kawasan Bedung Sungai Bontang.

Dadi menyebut kondisi sumber air baku memang menjadi perhatian karena sebagian pelayanan Bontang Barat sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan. “Kita bermunajat kepada Yang Maha Kuasa agar segera diberikan hujan. Harapannya kondisi sumber air bisa kembali membaik, meskipun tentu tidak bisa langsung normal sepenuhnya,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
air bersih Bontang Bendung Sungai Bontang Bontang Barat perumda tirta taman krisis air