Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belanja Modal Bontang Dipangkas Rp92 Miliar, Sejumlah Proyek Ditunda  

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
KENA IMBAS: Rencana lanjutan pembangunan RS Taman Sehat mendapatkan penundaan pada tahun ini terkait dengan kondisi fiskal yang ada di Kota Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)
KENA IMBAS: Rencana lanjutan pembangunan RS Taman Sehat mendapatkan penundaan pada tahun ini terkait dengan kondisi fiskal yang ada di Kota Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Sejumlah proyek pembangunan di Kota Bontang harus menepi lebih dulu. Tekanan kemampuan fiskal membuat Pemkot Bontang memangkas belanja modal hingga Rp92,28 miliar dalam Perubahan APBD 2026.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan, belanja modal menjadi salah satu pos yang mendapat penyesuaian paling besar dalam perubahan anggaran. Dari sebelumnya Rp537,36 miliar, pagunya turun menjadi Rp445,08 miliar.

Pemangkasan tersebut mencapai 17,17 persen atau setara Rp92,28 miliar. Neni menyampaikan penyesuaian dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan APBD hingga semester pertama 2026 serta memperhitungkan kemampuan fiskal setelah hasil audit SiLPA 2025 diketahui.

Konsekuensinya, sejumlah kegiatan fisik yang sebelumnya masuk dalam rencana pembangunan harus ditunda atau disesuaikan. Salah satunya pembangunan RSUD Taman Sehat.

Selain proyek rumah sakit tersebut, pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas olahraga serta bangunan gedung pemerintah daerah juga masuk dalam daftar kegiatan yang mengalami penyesuaian.

Proyek tahun jamak Pengembangan Danau Kanaan ikut terkena dampak. Pemerintah melakukan pengurangan anggaran 2026 sebesar Rp49,94 miliar karena kegiatan tersebut dibatalkan.

Meski demikian, Neni memastikan pengurangan belanja modal tidak berarti seluruh pembangunan fisik berhenti. Pemerintah tetap mengarahkan anggaran yang tersedia kepada pekerjaan yang dinilai lebih siap dan berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Salah satu yang diprioritaskan adalah penanganan drainase Jalan Imam Bonjol. Selain itu, pemerintah tetap mengalokasikan perhatian untuk fasilitas pendukung Offtake Telihan serta kebutuhan jalan, jaringan, dan infrastruktur pelayanan lainnya.

“Pengurangan Belanja Modal tidak menghentikan seluruh pembangunan fisik,” kata Neni.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sempat Alokasikan Rp 46 Miliar, Begini Nasib RS Taman Sehat Bontang

Sempat Alokasikan Rp 46 Miliar, Begini Nasib RS Taman Sehat Bontang

Pemkot Bontang siapkan kelanjutan pembangunan RS Taman Sehat tahun depan. Diskes kebut berkas perizinan dan Andalalin jelang lelang kontrak.

Progres Perbaikan Saluran Jalan DI Panjaitan Balikpapan Capai 77 Persen   

Progres Perbaikan Saluran Jalan DI Panjaitan Balikpapan Capai 77 Persen  

Proyek perbaikan saluran di Jalan DI Panjaitan, Balikpapan, saat ini telah mencapai progres fisik sebesar 77,49 persen.

Pemkot Samarinda Isyaratkan Cabut Penangguhan Izin RS Korpri, Desain Diminta Direvisi   

Pemkot Samarinda Isyaratkan Cabut Penangguhan Izin RS Korpri, Desain Diminta Direvisi  

Samarinda memberi sinyal bakal mencabut penangguhan izin lingkungan proyek perluasan RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II atau RS Korpri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer