Proyek Trotoar Bontang Kuala Masuk Prioritas Program Tahun Depan, Material Ulin Diganti Beton

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:03 WIB
SKALA PRIORITAS: Perbaikan trotoar Bontang Kuala diusulkan masuk dalam rencana program yang dibiayai
SKALA PRIORITAS: Perbaikan trotoar Bontang Kuala diusulkan masuk dalam rencana program yang dibiayai

BONTANG- Proyek peninggian trotoar di kawasan Bontang Kuala mulai dimatangkan Pemkot Bontang. Pekerjaan yang diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp40 miliar itu disiapkan masuk pembangunan 2027. Menariknya, material kayu ulin dalam desain awal bakal diganti konstruksi beton.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo atau Bowo mengatakan, proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Sebab, ruas jalan yang menjadi lokasi pekerjaan merupakan jalan nasional.

“Ini kami masih berproses untuk persetujuan desain. Karena status jalannya jalan nasional, desain juga harus mendapat persetujuan balai,” kata Bowo.

Tak hanya desain, pemerintah daerah juga perlu menyelesaikan proses hibah aset sebelum pembangunan fisik dimulai. Karena itu, tahapan administrasi dan teknis ditargetkan rampung pada 2026 agar pelaksanaan dapat dilakukan pada tahun berikutnya.

“Target kami awal 2027 sudah clear semua masalah desain dan juga masalah hibahnya,” ucapnya.

Salah satu perubahan dalam rancangan proyek berada pada material konstruksi. Desain sebelumnya menggunakan struktur kayu ulin. Namun, material tersebut kini direncanakan diganti dengan konstruksi beton.

Bowo mengatakan, perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kekuatan sekaligus ketersediaan kayu ulin yang semakin sulit diperoleh. “Yang dulu strukturnya pakai kayu ulin. Sekarang kami ganti cor,” tutur dia.


Kendati material berubah, ketinggian konstruksi tetap direncanakan sekitar 60 sentimeter. Sementara lebar trotoar masih dibahas bersama balai. Rancangan tersebut diarahkan agar jalur yang dibangun cukup untuk kebutuhan mobilitas warga. Setidaknya, dua sepeda motor masih dapat berpapasan pada jalur tersebut.

“Lebarnya masih kami bahas dengan balai. Tapi untuk papasan dua motor bisa,” ungkap Bowo.

Pembangunan direncanakan hanya pada satu sisi jalan. Sisi yang dipilih berada di sebelah kiri ruas menuju kawasan Bontang Kuala. Pertimbangan tersebut tidak lepas dari kondisi bangunan di sisi lainnya. 

Di sebelah kanan terdapat rumah permanen dan fasilitas pendidikan sehingga pembangunan diarahkan pada sisi yang dinilai paling memungkinkan. 

Bowo memastikan pekerjaan peninggian trotoar tidak akan mengubah konstruksi badan jalan yang ada. Kondisi jalan saat ini masih tergolong baik sehingga pekerjaan difokuskan pada bagian sisi jalan.

“Kalau konstruksi jalannya masih baik, tidak kami apa-apakan. Yang kami kerjakan bagian trotoarnya,” tegasnya.

Rencana pekerjaan membentang dari kawasan gapura hingga mendekati sekolah di kawasan Bontang Kuala. Dalam perencanaan yang dibahas sebelumnya, penanganan juga disebut membentang dari kawasan terminal hingga sekitar depan Kafe Batavia.

Proyek tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya menghadapi persoalan banjir rob yang kerap menggenangi kawasan Bontang Kuala. Ketika air laut pasang, jalur yang lebih tinggi diharapkan tetap dapat digunakan masyarakat.

Selain menunjang mobilitas warga, trotoar yang ditinggikan juga diproyeksikan dapat menjadi jalur evakuasi saat terjadi rob. Fasilitas tersebut sekaligus diharapkan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan pesisir Bontang Kuala.
Bowo menyebut proses pembahasan bersama balai telah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, desain belum bisa langsung ditetapkan karena terdapat pergantian pejabat di lingkungan balai.

“Sudah tiga kali kami rapat dengan balai. Karena ada pergantian pejabat, kami menyesuaikan lagi,” ujarnya.

Kebutuhan anggaran proyek diperkirakan sekitar Rp40 miliar dan telah dimasukkan dalam RKPD 2027. Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring penyempurnaan desain teknis.

Bowo menegaskan proyek tidak memungkinkan dipaksakan masuk APBD Perubahan 2026. Pemerintah daerah memilih mematangkan seluruh persyaratan agar pembangunan dapat berjalan lebih siap pada 2027.

“Kalau di perubahan enggak mungkin. Sekarang desain dimatangkan. Harapannya 2027 sudah tinggal kerja,” pungkas Bowo. (*)

Editor : Ismet Rifani
PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo peninggian trotoar Bontang Kuala