KALTIMPOST.ID, BONTANG - Lahan kosong atau lahan tidur di sejumlah kawasan Bontang mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Terlebih, kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat membuat potensi kebakaran lahan meningkat.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, langkah antisipasi terus dilakukan dengan patroli di wilayah yang dinilai memiliki potensi kebakaran. Pemkot juga telah berkoordinasi dengan para lurah untuk memantau lahan kosong di wilayah masing-masing.
Menurutnya, keberadaan patroli penting untuk mendeteksi lebih awal apabila muncul titik api. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan sebelum api membesar dan meluas ke kawasan di sekitarnya.
“Kalau ada (api), cepat bisa ditangani kalau ada patroli. Koordinasi sudah jalan,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Nangka-Cempedak Kaltim Anjlok 43,90 Persen, Produksi Tinggal 12,63 Ribu Ton
Ia menjelaskan, pemetaan kawasan rawan kebakaran juga menjadi bagian dari langkah mitigasi. Untuk wilayah Bontang, salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di sisi barat kota, khususnya sepanjang jalur Bontang Lestari.
Kawasan tersebut memiliki sejumlah lahan yang berpotensi terbakar ketika kondisi kering. Pemantauan pun difokuskan pada area yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi.
“Wilayah barat ini sepanjang jalan Bontang Lestari, mulai dari depan rumah sakit. Di situ saja lahan kita yang berpotensi untuk kebakaran. Jadi, di situ yang kita pantau,” ucapnya.
AH menambahkan, persoalan kebakaran lahan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan petugas. Peran masyarakat juga dinilai penting, terutama untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran sembarangan.
Baca Juga: Produksi Nanas Kaltim Tembus Rekor Lima Tahun, Kukar Sumbang 84 Persen Produksi
Pemkot Bontang juga mengingatkan adanya konsekuensi bagi pihak yang sengaja membakar lahan maupun sampah hingga menimbulkan kebakaran. Namun, penerapan sanksi tetap akan melihat unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.
“Kalau memang ada unsur kesengajaan membakar, tentu wajib sanksi. Tapi kalau tidak disengaja, tinggal kita bina,” tutur dia.
Sebelumnya, kejadian pembakaran ban dan sampah juga menjadi perhatian. AH menyebut tindakan semacam itu tetap perlu mendapat teguran agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang berisiko memicu kebakaran.
Karena itu, Pemkot Bontang memilih memperkuat pencegahan melalui patroli sekaligus imbauan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran, khususnya di kawasan lahan kosong yang mudah terbakar saat kondisi cuaca panas.
AH meminta masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran maupun titik api. Penanganan sedini mungkin dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak telanjur meluas. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo