Sistem Listrik Bontang Kian Perkasa! Gardu Induk 150 kV Siap Beroperasi Oktober

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:06 WIB
DUDUK BERSAMA: Pemkot Bontang mendengarkan penjelasan terkait proyek pembangunan gardu induk di Bontang Lestari. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
DUDUK BERSAMA: Pemkot Bontang mendengarkan penjelasan terkait proyek pembangunan gardu induk di Bontang Lestari. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Kabar baik bagi sistem kelistrikan Bontang. Pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari kini memasuki fase krusial. Progres fisiknya telah mendekati 90 persen dan mulai masuk tahap pengujian atau commissioning. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, gardu induk tersebut ditargetkan mulai mendapat aliran listrik pada awal Oktober 2026.

Perkembangan itu terungkap dalam audiensi dan pemaparan progres pembangunan GI 150 kV Bontang Lestari bersama Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3) di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan dipimpin langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan difasilitasi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang. Pj Sekretaris Daerah serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan turut mendampingi pembahasan proyek tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, capaian pembangunan yang sudah hampir 90 persen menunjukkan proyek telah memasuki tahapan penting sebelum beroperasi.

“Progresnya sudah hampir 90 persen dan sekarang masuk tahap commissioning. Tinggal memastikan tahapan penarikan kabel serta kesiapan sistem kelistrikan Mahakam dapat berjalan lancar agar target energize awal Oktober bisa terlaksana,” kata Arif.

GI Bontang Lestari memiliki kapasitas awal sebesar 60 MVA. Kehadirannya diproyeksikan memperkuat sistem kelistrikan, terutama untuk kawasan Bontang bagian selatan dan Bontang Lestari yang terus berkembang.

Baca Juga: Ribuan Warga Kukar Gelar Doa Bersama, Mohon Hujan Akhiri Kemarau dan Kabut Asap  

Selama ini, kebutuhan listrik di wilayah tersebut menjadi bagian dari sistem yang harus terus diperkuat seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan perkembangan kawasan industri. Gardu induk baru diharapkan membuat penyaluran energi menjadi lebih efektif.

Secara teknis, GI 150 kV Bontang Lestari akan menurunkan tegangan dari 150 kV menjadi 20 kV sebelum disalurkan melalui jaringan distribusi. Jalur distribusi yang lebih pendek diharapkan dapat membantu mengurangi potensi rugi-rugi tegangan sekaligus meningkatkan kualitas pasokan.

Dampaknya tak hanya dirasakan pelanggan rumah tangga. Penguatan jaringan juga menjadi modal penting bagi Bontang dalam menjaga daya dukung kawasan industri dan menarik investasi.

“Kebutuhan energi yang stabil menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung perkembangan daerah. Karena itu, kami berharap infrastruktur ini nantinya bisa memberikan pelayanan kelistrikan yang lebih baik, khususnya bagi wilayah yang menjadi sasaran penguatan sistem,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemkot Bontang memastikan pembangunan infrastruktur strategis tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian fisik. Sejumlah aspek pendukung juga terus dikawal, termasuk administrasi lahan, kompensasi bagi warga, hingga perlindungan kawasan mangrove.

Arif menegaskan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan proyek akan dikoordinasikan bersama pihak terkait agar penyelesaiannya tetap berada dalam koridor aturan.

“Kami ingin seluruh aspek pendukungnya diselesaikan secara terpadu. Bukan hanya pekerjaan konstruksi, tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat dan lingkungan harus menjadi perhatian,” tutur dia.

Baca Juga: Sunat Kuota Pertalite Balikpapan hingga 70 Persen, Legislator Kaltim Kecam BPH Migas

Pembangunan GI 150 kV Bontang Lestari dinilai menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk menjawab kebutuhan energi Kota Bontang ke depan. Apalagi aktivitas industri dan pembangunan kawasan terus berkembang sehingga membutuhkan sistem kelistrikan yang semakin kuat.

Jika tahapan commissioning, penarikan kabel, dan kesiapan sistem kelistrikan Mahakam berjalan sesuai rencana, energize pada awal Oktober 2026 akan menjadi tonggak penting bagi penguatan pasokan listrik Bontang.

Pemkot Bontang pun memastikan pengawalan tetap dilakukan hingga seluruh tahapan proyek rampung dan gardu induk dapat berfungsi optimal. Harapannya, kehadiran GI tersebut bukan sekadar menambah infrastruktur kelistrikan, tetapi benar-benar menjadi penopang bagi kebutuhan energi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Bontang. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
listrik bontang kelistrikan bontang Neni Moerniaeni GI 150 kV Bontang Lestari pln