BONTANG- Bukan karena bahan makanan, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Gunung Elai 2 Bontang terhenti. Persoalannya justru datang dari air. Saat digunakan mencuci ompreng, air mulai berubah warna menjadi kuning hingga dinilai kurang layak.
Kepala SPPG Gunung Elai 2 Amran mengatakan kondisi tersebut ditemukan saat pengecekan proses pencucian ompreng pada pagi hari. Air yang digunakan untuk kebutuhan tersebut berasal dari distribusi air perusahaan.
“Sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 saat cuci ompreng, airnya mulai berwarna kuning,” kata Amran.
Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan konfirmasi kepada mitra dan melaporkannya kepada atasan. Dari arahan tersebut, operasional dapur kemudian dihentikan sementara.
Keputusan itu juga dituangkan dalam surat resmi SPPG Gunung Elai 2 tertanggal 2 September 2026. Dalam surat tersebut disebutkan, penghentian distribusi MBG berlaku mulai 3 September 2026 karena adanya penurunan kualitas air di SPPG.
Amran menjelaskan, air yang bermasalah digunakan untuk mencuci ompreng dan peralatan dapur. Sementara air untuk memasak berasal dari sumber berbeda dan melalui proses penyaringan.
“Kalau untuk masak, airnya dari perusahaan dan difilter. Jadi berbeda,” ucapnya. Persoalan air ini berkaitan dengan adanya perbaikan kebocoran pada jaringan distribusi air perusahaan di kawasan HOP 4, 5, dan 6. Berdasarkan informasi yang diterima Amran, aliran air akan dimatikan sementara untuk proses perbaikan.
Selama aliran dihentikan, SPPG mengandalkan persediaan air yang tersimpan di tandon. Amran menyebut persediaan air pada malam sebelumnya masih cukup untuk kebutuhan dapur, meski kapasitas tandon belum sempat dipastikannya.
“Untuk tandon semalam lumayan terisi untuk penggunaan keperluan dapur,” tutur dia. Namun, persediaan tersebut tidak serta-merta membuat operasional dilanjutkan. Saat pengecekan, air untuk mencuci ompreng tetap menunjukkan kualitas yang kurang layak.
Bahkan setelah ompreng dicuci, Amran menyebut masih terdapat bercak pada sejumlah wadah. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peralatan makan harus dipastikan bersih sebelum kembali digunakan untuk distribusi makanan.
“Ompreng sudah dicuci, tetapi masih ada bercak-bercak,” terangnya.
Hingga kini belum ditentukan kapan SPPG Gunung Elai 2 kembali mendistribusikan MBG. Amran menyatakan dapur baru akan beroperasi setelah kondisi air dinilai sudah baik.
Surat penghentian sementara itu juga menyebut informasi mengenai kelanjutan operasional akan disampaikan kembali kepada penerima manfaat.
Dengan penghentian tersebut, SPPG Gunung Elai 2 memilih tidak mengambil risiko terhadap kebersihan peralatan maupun kualitas pelayanan MBG. Karyawan dapur untuk sementara masih diliburkan sembari menunggu persoalan air terselesaikan. (*)
Editor : Ismet Rifani