BONTANG- Sebanyak 2.375 penerima manfaat harus menunggu distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Gunung Elai 2 Bontang kembali berjalan. Dapur yang melayani 17 sekolah dan posyandu tersebut menghentikan sementara distribusi mulai 3 September 2026.
Penghentian bukan karena perubahan sasaran program. SPPG Gunung Elai 2 mengambil langkah tersebut setelah menemukan penurunan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas dapur.
Kepala SPPG Gunung Elai 2 Amran mengatakan pihaknya belum dapat memastikan waktu distribusi akan kembali normal. Keputusan tersebut bergantung pada kondisi air yang digunakan untuk mendukung operasional dapur.
“Kalau sudah baik, nanti kami operasikan kembali,” kata Amran.
Data penerima manfaat menunjukkan layanan SPPG Gunung Elai 2 mencakup kelompok pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA. Selain itu, terdapat empat posyandu yang juga masuk dalam daftar penerima.
Penerima terbanyak berasal dari SDN 010 Bontang Utara, yakni mencapai 542 orang. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan titik layanan lainnya.
Berikutnya terdapat SMP IT Yabis dengan 310 penerima, SMA IT Yabis sebanyak 269 penerima, dan SD Bethlehem sebanyak 234 penerima.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, SPPG melayani TK Al-Falah sebanyak 212 penerima, TKA IT Yabis 189 penerima, serta TK Alam Baiturrahman 177 penerima.
Sementara itu, penerima lainnya tersebar di TPA Al-Falah sebanyak 16 orang, TK Bethlehem 37 orang, TPA IT Yabis 18 orang, KB IT Yabis 25 orang, dan SMP Bethlehem lima orang.
Layanan MBG dari SPPG Gunung Elai 2 juga menjangkau masyarakat melalui posyandu. Posyandu Cempaka Putih tercatat memiliki 91 penerima, disusul Posyandu Nusa Indah 2 sebanyak 89 penerima.
Kemudian terdapat Posyandu Mawar dengan 74 penerima, Posyandu Bougenville 64 penerima, serta Posyandu Bakung 23 penerima.
Jika dirinci, 17 titik layanan tersebut terdiri atas sembilan satuan pendidikan anak dan sekolah serta empat posyandu, dengan jumlah penerima mencapai 2.375 orang berdasarkan data yang disampaikan SPPG.
Amran memastikan penghentian distribusi tersebut bersifat sementara. Pihaknya masih menunggu kondisi air kembali memungkinkan untuk mendukung aktivitas dapur.
Dalam surat resmi SPPG Gunung Elai 2 yang ditujukan kepada penerima manfaat MBG, disebutkan distribusi dihentikan terhitung 3 September 2026 demi menjaga kualitas pelayanan. Informasi mengenai operasional berikutnya akan disampaikan kembali.
Penghentian sementara itu otomatis membuat ribuan penerima manfaat dari sekolah dan posyandu yang berada dalam cakupan layanan SPPG harus menunggu jadwal distribusi berikutnya.
Di sisi lain, pihak SPPG masih melakukan pemantauan terhadap kondisi air. Operasional belum akan dibuka sebelum persoalan tersebut dinyatakan selesai. “Menunggu kualitas dulu,” pungkas Amran. (*)
Editor : Ismet Rifani